Salah satu siswa SMK Ma'arif 1 Kebumen sedang memilih Ketua IPNU dan IPPNU melalui E-Voting, Rabu (9/10).

KEBUMEN, SATELITPOST- Perkembangan teknologi dewasa ini dimanfaatkan dengan baik oleh SMK Ma’arif 1 Kebumen. Sekolah dengan jumlah siswa 2.309 itu tidak lagi menggunakan cara lama dengan menggunakan kertas dalam pemilihan Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), melainkan telah memanfaatkan teknologi berbasis E-Voting.

Kepala SMK Maarif 1 Kebumen Subhan menjelaskan, penggunaan E-Voting pada pesta demokrasi yang telah diterapkan sejak dua tahun belakangan merupakan cara berlangsungnya pemilihan Ketua IPNU-IPPNU yang efektif dan efisien. “E-Voting ini mulai diterapkan jadi semua bisa dipermudah. Kita lebih hemat waktu, tenaga, dan biaya,” kata dia, Rabu (9/10).

Penerapan E-Voting, kata Subhan, diharap mampu meningkatkan partisipasi siswa menggunakan hak pilihnya dengan dipermudah adanya E-Voting. Dilain sisi, juga akan melatih siswa belajar berdemokrasi dengan jujur dan adil tanpa adanya kecurangan. “Secara tidak langsung proses pemilihan ketua IPNU-IPPNU sangat dimudahkan untuk membangun ketertarikan siswa dalam berdemokrasi,” kata dia.

Lebih lanjut, Subhan menyebutkan, Pelaksanaan yang digelar selama tiga hari sejak Senin (7/10) lalu hingga dirinya dikonfirmasi SatelitPost telah terdapat 58,33 persen siswa yang berpartisipasi. Jumlah tersebut diprediksi akan bertambah menjelang ditutupnya pemilihan pada dinihari. “Sekarang hampir 60 persenan, mungkin nambah sampai nanti tutup pemilihannya,” kata dia.

Sebelumnya, tingkat partisipasi siswa pada pemilihan Ketua IPNU dan IPPNU periode 2018, belum seluruhnya siswa yang menggunakan hak pilihnya.  Menurut Subhan, salah satu faktor penyebabnya ialah masih ada sebagian siswa menganggap pemilihan Ketua IPNU dan IPPNU tidak dirasa penting. “Tahun lalu sekitar 70 persen yang ikut serta, mungkin selebihnya berpikir semua itu tidak penting,” ujar dia.

Pemilihan Ketua IPNU dan IPPNU itu diikuti tiga kandidat calon ketua berikut dengan visi misi masing-masing kandidat calon ketua yang dipaparkan dalam laman E-Voting. Pada tahapan kampanye, para kandidat diminta untuk memaparkan visi misi dalam kegiatan upacara bendera. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan menggunakan media sosial facebook. “Mereka kita beri kesempatan memaparkan pada saat upacara bendera. Untuk sosialisasi juga kita share di facebook kita baik cara penggunaan dan lainya,” kata dia lagi.

Penggunaan E-Voting disambut baik oleh para siswa, salah satunya Adi Prasetyo, siswa SMK Ma’arif 1 Kebumen kelas XII. Dirinya mengaku dipermudah dengan adanya E-Voting, terlebih ketika temannya yang sedang sakit atau sedang melakukan praktik kerja lapangan (PKL). “Dipermudah yang jelas, apalagi kalau ada yang sakit dirumah masih bisa memilih atau yang sedang PKL diluar tinggal bula Hp atau browsing di internet sudah bisa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen Amirudin mendukung sebuah sekolah yang mampu mengambil bagian dalam pemanfaatan teknologi. “Bagus ya, banyak yang bisa diambil dari pemilihan itu. Efektif dan tidak begitu repot. Terlebih sekarang zamannya harus melek teknologi,” kata dia saat dihubungi via seluler.(CR)