SUASANA ruang Disdukcapil Kebumen.

KEBUMEN, SATELITPOST- Sejumlah warga mengeluhkan pelayanan Dinas Kependudukan dan Pelayanan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kebumen. Sempitnya ruang pelayanan menjadi penyebab utama warga tidak merasa nyaman ketika hendak mengurus administrasi kependudukan.

Berdasarkan pantauan SatelitPost di lokasi, meski ruang pelayanan telah tersedia empat baris kursi tunggu memanjang. Namun, banyaknya warga yang memenuhi ruangan tidak dapat menampung keseluruhan. Bahkan, tampak pula warga yang rela berdiri sembari menunggu nomor antrian dipanggil petugas.

Salah satu warga asal Desa Mirit, Kecamatan Mirit Turmiyanto (29) mengatakan, ruang tunggu pelayanan saat ini dirasa kurang representatif untuk melayani masyarakat, karena jumlah pemohon tidak sebanding dengan luas ruang tunggu pelayanan. “Sebetulnya kalau lihat ruang tunggu penuh malah ada yang nunggu diluar kasihan ya, apalagi kalau ada yang bawa anak. Mungkin diperluas lagi biar yang datang nyaman,” katanya, Jumat (11/10) pagi.

Menurut Turmiyanto, sesaknya ruang pelayanan Disdukcapil membuat alat pendingin ruangan tidak berfungsi maksimal. “Di dalam sana panas. Makanya saya nunggu di luar. Apa karena saking banyaknya yang di dalam ruangan ya, ACnya jadi tidak dingin,” kata dia.

Warga lain, Ari Prasetyo (22) mengungkapkan hal senada, menurut Ari, sudah seharusnya pelayanan publik mengedepankan aspek kenyamanan masyarakat. Sarana dan prasarana yang memadai akan menjadi daya tarik tersendiri dimata masyarakat. “Akan menjadi dorongan kalau pelayanan dan sarana prasarana di nomor satukan. Kalau sudah seperti itu, untuk mentaati aturan tertib administrasi penduduk akan jalan. Coba kalau lihat pelayanan aja sudah tidak karuan, masyarakat mungkin akan enggan,” kata dia.

Kepala Disdukcapil Kebumen Maskhemi mengamini keluhan warga dengan keadaan pelayanan saat ini. Ke depan, pihaknya akan membenahi keluhan tersebut. “Ada benarnya yang disampaikan warga, tapi kami selalu memaksimalkan sarana yang ada,” ujarnya.

Terlebih, adanya rencana Mal Pelayanan Publik di Kebumen menurut dia akan cukup membantu tugas Disdukcapil dan menjawab keluhan masyarakat. “Semoga dengan sebagian pelayanan di Mal Pelayanan Publik yang akan ada, sedikit mengurangi keluhan sebagian masyarakat tentang sempitnya pelayanan di Dukcapil,” kata Maskhemi.

Disinggung mengenai perluasan bangunan, Maskhemi mengaku belum ada rencana ke arah itu. Meski demikian, pihaknya telah berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan menerapkan terobosan baru untuk memudahkan pelayanan. “Perluasan kelihatanya belum ada. Kita punya inovasi Kios Pelanduk. Pelayanan di desa untuk pelayanan akte kelahiran, akte, kematian, KK, pindah datang dalam satu desa,” ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Aset Daerah Kabupaten Kebumen Yanie Giat Setiawan menuturkan, mengingat semakin hari pelayanan Disdukcapil semakin penuh sesak. Yanie beranggapan Gedung Disdukcapil sudah tidak layak lagi sebagai tempat pelayanan publik. Hendaknya, kata dia, Kantor administrasi dan gedung pelayanan sudah dipisahkan. “Antrinya seperti itu, kalau menurut saya sudah tidak layak. Berarti kan butuh kantor yang luas, misal nanti ada yang mau geser kemana biar tidak campur jadi satu,” ujarnya.(CR)