Kasatlantas Polres Kebumen AKP Ahdi Rizaliasyah mengecek surat kendaraan bermotor saat Operasi Patuh Candi 2019, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
Kasatlantas Polres Kebumen AKP Ahdi Rizaliasyah mengecek surat kendaraan bermotor saat Operasi Patuh Candi 2019, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

KEBUMEN, SATELITPOST-Jumlah pemohon surat izin mengemudi (SIM) di Kebumen melonjak usai guliran Operasi Patuh Candi (2019), beberapa waktu lalu.

Kasatlantas Polres Kebumen, AKP Ahdi Rizaliasyah melalui Baur SIM, Aiptu Ari Purwanto membenarkan hal ini. Menurutnya, peningkatan tersebut berkisar 20-30 persen dari hari biasa. “Memang dapat terlihat di hari biasa ada kenaikan dari pemohon baru atau memperpanjang, tapi kebanyakan mereka buat baru,” kata dia, Sabtu (14/9).

Berdasarkan data yang masuk, kata Aiptu Ari, selama dua pekan terakhir tercatat 2.736 produksi SIM. Jumlah tersebut diprediksi akan melebihi angka produksi Agustus lalu, yakni sebanyak 5.008 produksi. Meski demikian, ia menegaskan, pelayanan tidak akan menghadapi masalah berarti meski ada lonjakan. “Sekarang masih setengah bulan sudah segitu, kemungkinan terus naik,” katanya.

Indar Wijayadi (19), salah satu pemohon SIM baru warga Desa Kebapangan, Kecamatan Kutowinangun mengaku membuat SIM karena ketika Operasi Patuh Candi 2019 dirinya terjaring razia dan kedapatan belum memiliki SIM. “Waktu ada tilangan memang saya belum punya SIM. Jadi sekarang buat biar kalau pergi ke mana-mana tenang,” kata dia.

Indar menambahkan, meski usianya telah cukup sebagai syarat pembuatan SIM. Ia beralasan, sebelumnya disibukan dengan pekerjaaan hingga akhirnya mendapat tilang oleh petugas karena belum memiliki SIM. “Kemarin-kemarin memang sibuk kerja belum ada waktu buat SIM,” ujar dia.(CR)