PELAJAR sedang ditilang petugas saat Ops Zebra Candi 2019 belum lama ini.

KEBUMEN, SATELITPOST- Selama 14 hari pelaksanaan Ops Zebra Candi 2019, Satlantas Polres Kebumen menindak sedikitnya 4.341 pelanggaran. Dari jumlah itu, pelanggar didominasi dari kalangan pelajar yang kedapatan melanggar administrasi baik belum memiliki SIM hingga tidak dilengkapi dengan surat kendaraan.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan didampingi Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Muh Rikha Zulkarnain menjelaskan, masih banyak pelanggar dari kalangan pelajar. Polres Kebumen telah melakukan berbagai upaya untuk menekan itu, antara lain sosialisasi berkunjung ke sekolah untuk memberikan pendidikan berlalu lintas. “Kita ada program goes to school yang intinya memberikan kesadaran ke pelajar betapa pentingnya tertib berlalu lintas, pentingnya keselamatan berkendara,” katanya saat Konfrensi Pers di Lapangan Polres Kebumen, Kamis (7/11).

Kapolres menyebutkan, rincian hasil Ops Zebra Candi 2019 terhitung sejak 23 Oktober hingga 5 November 2019 tercatat sebanyak 3469 pelanggar diberikan tindakan tilang sedangkan 872 diberikan teguran. “Kebanyakan pelanggar tidak memiliki SIM, tidak memakai helm, tidak bawa STNK dan melawan arus. Kita lakukan tilang selebihnya kita tegur,” kata Kapolres.

Rudy mengimbau pelajar untuk mengedepankan keselamatan berlalu lintas serta melengkapi surat kendaraan ketika hendak berpergian. “Bagi pelajar tetap patuhi peraturan lalu lintas. Bagi pelajar yang belum cukup umur jangan dulu menggunakan sepeda motor,” katanya.

Di sisi lain, pembayaran denda tilang dipermudah dengan adanya sistem E-Tilang. Sejumlah pengendara yang kedapatan melanggar dan dikenai sanksi tilang oleh petugas merasa terbantu dari inovasi dan terobosan Polri tersebut. Mekanisme tersebut sangat bermanfaat bagi pelanggar yang memiliki mobilitas tinggi serta juga menyingkat waktu lantaran proses pembayaran denda tilang menjadi lebih cepat.

Seperti halnya, salah satu pengendara yang di tilang petugas, Sri Purwanti (18) wanita asal Desa Sidoharjo itu menuturkan, dengan sistem E-Tilang pembayaran jauh lebih mudah sehingga tak perlu lagi datang untuk menghadiri sidang penilangan. “Tidak perlu repot hadir sidang. Hanya bayar ke bank langsung bisa selesai proses tilangnya. Saya bayar denda Rp 80 ribu saja,” katanya.

Sri mengaku, ditindak petugas karena dirinya belum memiliki SIM. Selain itu juga tidak dilengkapi surat kendaraan bermotor. “Belum punya SIM sama lupa bawa dompet karena STNK kan didalamnya,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Muh Rikha Zulkarnain menjelaskan, mekanisme proses E-Tilang yaitu ketika penindak menjumpai pelanggar, petugas hanya mencatat identitas, jenis pelanggaran, lokasi tilang, nomor resi tilang, dan besaran denda. Selanjutnya, petugas akan mengirim data ke server BRI, kemudian BRI akan mengirimkan SMS ke nomor ponsel pelanggar disertai nominal denda tilang yang harus dibayarkan melalui rekening di BRI. “Begitu membayar E-Tilang langsung diserahkan surat-surat dan sepeda motor jadi tidak ada tuntutan lain yang penting membayar,” katanya. (CR)