POTONGAN tumpeng diberikan Kasat Polair Iptu Kawan Panjaitan kepada personel termuda Sat Polair Brigadir Henu Waspodo, minggu (1/12).

KEBUMEN, SATELITPOST-Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Air dan Udara (Polairud) ke-69, jajaran Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Kebumen Gelar tasyakuran potong nasi tumpeng. HUT Satpolairud jatuh pada tanggal 1 Desember pada setiap tahunnya.

Tasyakuran yang digelar di Pangkalan Sat Polair Polres Kebumen di Kecamatan Ayah, dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan sebagai ungkapan rasa syukur diusia Sat Polair yang ke-69. Acara tasyakuran bukan hanya untuk personel Satpolair saja, namun forum kemitraan polisi masyarkat (FKPM) bentukan Satpolair dan sejumlah warga serta nelayan turut hadir dalam acara yang diawali dengan doa bersama itu.

“Kami bersama-sama berdoa, agar Polair Kebumen dapat selalu meningkatkan tugas dan kinerjanya menjaga Kamtibmas di wilayah perairan Kebumen. Sehingga masyarakat lebih dapat merasa aman,” ujar AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Minggu (1/12) seperti dikutip dari Humas Polres Kebumen.

Pada kesempatan itu, Potongan tumpeng diberikan Kasat Polair Iptu Kawan Panjaitan kepada personel termuda Satpolair Brigadir Henu Waspodo. Sejarah berdirinya Polairud lahir ketika Menteri Dalam Negeri mengeluarkan keputusan tertanggal 14 Maret 1951 soal penetapan Polisi Perairan sebagai bagian dari Jawatan Kepolisian Negara terhitung mulai 1 Desember 1950.

Keputusan ini selanjutnya disempurnakan lagi dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Perdana Menteri RI tanggal 5 Desember 1956 tentang pembentukan Seksi Udara pada Jawatan Kepolisian Negara.

Sejak itu, bagian Polisi Perairan menjadi bagian Polisi Perairan dan Udara. Di awal berdirinya, Polisi Perairan bermodalkan sebuah kapal “Angkloeng”. Baru pada akhir tahun 50-an, jumlah kapal bertambah hingga mencapai 35 buah. Sementara Polisi Udara hanya memiliki sebuah pesawat Cessna-180.

Setelah melalui beberapa kali perombakan, penyempurnaan organisasi baru terjadi pada tahun 1985. Satuan Utama Pol Air dilebur ke dalam Subditpol Air dan Satuan Utama Pol Udara menjadi Subditpol Udara. Kedua subdirektorat ini beroperasi dibawah kendali Direktorat Samapta Polri. Hingga akhirnya berkiblat kepada sejarah kelahirannya, 1 Desember diputuskan sebagai hari keramatnya Polairud. (lil)