PERWAKILAN BPBD Kabupaten Cilacap memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir, Kamis (7/12).

CILACAP, SATELITPOST-Pemerintah Kabupaten Cilacap menggelontorkan anggaran dari biaya tidak terduga sebesar Rp 600 juta untuk penanganan bencana yang terjadi di lima kecamatan. Bencana awal musim penghujan yang terjadi mulai dari tanah longsor sampai banjir diperkirakan mengakibatkan kerugian mencapai Rp 638 juta.

Tidak hanya biaya tidak terduga, pemerintah pusat melalui BNPB juga sudah menyalurkan bantuan berupa 120 boks logistik permakanan, alat kesehatan kepada para masyarakat terdampak bencana. Selain itu, BPBD mendapatkan bantuan perahu fiber untuk evakuasi, termasuk pompa apung.

“Bantuan tanggap darurat ini diberikan kepada lima kecamatan terdampak. Di antaranya Gandrungmangu, Kawunganten, Sidareja, Dayeuhluhur, dan Wanareja,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy, kemarin.

Bantuan yang diberikan dari pemda ini, kata dia, bukan berupa uang tetapi sudah dalam bentuk barang. Mulai dari permakanan, alat kesehatan, untuk bahan bangunan ringan, beronjong, kantung plastik.

“Semuanya sudah mulai didistribusikan ke lima kecamatan ini, terutama yang pengungsian,” katanya.

Sementara itu, Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Cilacap, Martono mengatakan bantuan sebanyak 120 boks paket peralatan rumah tangga dari BNPB sudah didistribusikan kepada warga terdampak banjir di Dusun Margasari dan Dusun Purwasari Desa Madura Kecamatan Wanareja.

“Bantuan sudah diserahkan kepada 120 KK yang terdampak banjir beberapa saat kemarin,” ujarnya. (ale)

Komentar

komentar

BAGIKAN