SYAIKH Mahmud Syahatah menunjukkan Kitab Tafsir Ar Rohiib pada jemaah yang menjadi hadiah untuk Gus Anam.

MAULID Nabi Muhammad SAW di Ponpes At Taujieh Al Islamy 2, Leler, Randegan, Kebasen, Banyumas berlangsung penuh kejutan, Senin (4/12) malam. Alhasil, acara bertajuk ‘At Taujieh Bermaulid’ tersebut berlangsung gayeng, hangat dan berkesan bagi ribuan jemaah yang hadir. Tidak terkecuali bagi dua ulama Suriah, Syaikh Mahmud Syahatah dan Syaikh Umar Muhammad Rojab Dieb.

Rujito Warga Banyumas

Suasana gayeng sudah mulai terasa ketika sohibul bait, KH Zuhrul Anam Hisyam menyampaikan kata sambutan. Menantu KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) tersebut membacakan syair karya ulama besar yang digubah sendiri. Isinya, memuji kesempurnaan fisik ulama dari Suriah, hidung mancung, kulit putih, dan wajah bercahaya.

“Ulama-ulama ini begitu mulia. Wajahnya sejuk, saleh, hidungnya mancung. Tidak seperti kita yang pesek dan raine peteng kabeh,” kata Gus Anam, sapaan karib KH Zuhrul Anam Hisyam, sontak disambut tawa ribuan jemaah yang memenuhi pelataran aula pondok pesantren.

Kejutan misalnya, terjadi saat Gus Anam bertindak langsung menjadi penerjemah bagi ceramah Syaikh Mahmud Syahatah. Ini sungguh istimewa. Pasalnya, tiga kali event dengan tamu dari luar negeri, belum pernah Gus Anam menugasi diri menjadi penerjemah.  Tetapi, pengajian jadi berlangsung tidak monoton dan kontekstual mengingat Gus Anam sendiri merupakan ‘kiai panggung’ yang komprehensif.

Lihat misalnya, ketika Syaikh Mahmud balas menyanjung kebaikan orang Indonesia. “Kata Syaikh Mahmud, orang Indonesia sudah terkenal baik, berakhlak, dan ruh yang indah. Saya tambahi, meskipun rupanya jelek,” kata Gus Anam kembali memancing gelak tawa jamaah Maulid.

Karena diterjemahkan dengan begitu apik dan diselipi joke-joke segar, ceramah Syaikh Mahmud Syiria tersebut, jadi punya ‘cita rasa khas Indonesia’. Jemaah tampak puas dan bahagia, dan yang tidak kalah penting memahami materi Syaikh Mahmud yang diterjemahkan Gus Anam.

Live Facebook

Kejutan lain, acara Maulid ini disiarkan langsung melalui akun facebook fans page Gus Anam Channel. Ini merupakan acara kedua yang live report setelah sebelumnya perayaan 10 Muharrom 1438 H. Tak ayal, heboh dan kehangatan acara dirasakan juga sampai ke Malaysia, Taiwan, Singapura selain tentu saja tersampaikan ke muhibbin dimanapun berada. “Alhamdulillah, baru tahu Gus Anam Channel rekomendasi dari teman. Jadi bisa ngaji langsung,” tulis satu netizen di ruang komentar.

Paling akhir, adalah kejutan untuk Gus Anam berupa kitab tafsir Ar Rohiib 4 jilid. Kitab karya Syaikh Rojab Dieb, ulama besar dan mursyid thoriqoh naqsabandi dari Suriah. “Saya sungguh merasa terhormat atas perhatian ini. Sekaligus menjadi motivasi kami, melihat begitu besar perhatian ulama-ulama pada ilmu. Hadiah ini begitu penting bagi At Taujieh,” kata alumnus Arab Saudi tersebut.

Terakhir, ketika hendak meninggalkan panggung acara, spontan Syaikh Umar Muhammad Rojab Dieb meraih micropon dan bicara dalam Bahasa Indonesia, “Terima kasih,” katanya lagi-lagi disambut tawa jemaah yang hadir. (*)

Komentar

komentar