BATURRADEN, SATELITPOST- Setelah menghilang selama tiga hari, Eko Sumitro (40), warga Desa Kotayasa RT 7 RW 1, Kecamatan Sumbang akhirnya ditemukan dalam keadaan lemas dan kelelahan, Minggu (10/2/2019). Eko yang sebelumnya hilang ketika mencari rumput mengaku bertahan hidup di hutan hanya dengan minum air sungai.

“Saat tim gabungan hendak melakukan pencarian, tiba-tiba Bapak Eko sekitar pukul 08.30 WIB, terlihat di sebelah timur kantor Pengelola Kebun Raya Baturraden sedang berjalan dengan kondisi sempoyongan dan lemas,” ujar Koordinator TAGANA Banyumas, Ady Candra.

Setelah ditemukan, tim gabungan langsung membawa Eko Sumitro menuju ke Puskesmas I Sumbang untuk menjalani proses pemeriksaan kesehatannya. “Dari pemeriksaan Puskesmas, Eko hanya luka di kaki karena tergigit pacet dan luka karena semak-semak berduri. Setelah diperiksa dan sehat, kemudian pak Eko diperkenankan untuk kembali ke rumahnya,” kata dia.

Sementara itu menurut keterangan Eko saat berada di Puskesmas menceritakan pengalamannya selama tiga hari di hutan di sekitar Kebun Raya Baturraden. Bermula dirinya yang tengah mencari rumput bersama dengan rekannya pada hari Jumat (8/2) sekitar pukul 11.00 WIB, tiba-tiba terpisah dengan rekannya bernama Narkoyo (27), warga Desa Kotayasa RT 9 RW 3.

“Saya tidak tahu jalan pulang dan tidak menemukan jalan setapak yang saya lalui ketika berangkat. Saya juga tidak tahu wilayah itu, jadi mutar-mutar saja di situ,” kata dia menceritakan dalam kondisi lemas.

Hingga akhirnya Eko pun merasa kebingungan dan berusaha mencari jalan keluar, namun setelah memutar-mutar mencari jalan, dia justru kembali ke satu titik saja dan tetap tidak bisa menemukan jalan keluar. “Selama di hutan saya tidak makan, hanya minum dari sungai-sungai kecil,” ujarnya.

Berbagai upaya dilakukan oleh Eko untuk bertahan hidup, di antaranya mencari sumber air serta membuat gubuk dari daun-daun sebagai tempat berteduh saat hujan datang. “Tadi saya akhirnya menemukan jalan sepertinya menuju ke pancuran tujuh saya ikuti sampai ketemu orang-orang,” kata dia.

Kasus hilangnya Eko bermula saat Eko dan Narkoyo mencari rumput di hutan sebelah utara Kebun Raya baturraden di mana dari penuturan Narkoyo mereka berangkat dari rumah sekitar pukul 10.30 WIB, hingga sampai di hutan tersebut mereka memutuskan untuk berpisah namun tidak terlalu jauh untuk mencari rumput.

Sekitar pukul 12.00 WIB, Narkoyo mencoba memanggil Eko berunglang kali sembari mencari keberadaan Eko. Namun, Eko tetap tidak menjawab panggilan tersebut, hingga akhirnya Narkoyo menuju ke sepeda motor yang diparkir dan sepeda motor milik Eko masih ada. Narkoyo pun kembali ke lokasi awal mereka mencari rumput, berteriak memanggil EKo. Hingga pukul 16.00 WIB. Narkoyo memutuskan untuk turun karena cuaca berkabut dan semakin gelap, ia pun melapokan ke petugas Kebun Raya hingga akhirnya petugas menghunungi relawan untuk melakukan pencarian selama tiga hari.(sandi@satelitpost.com)