Pertanyaan :

Selama ini yang dipromosikan bank syariah itu bebas riba, sebenarnya apa yang membedakan riba dengan bunga bank? Sebab saya pinjam di bank syariah tetap saja ada kelebihan yang dinamakan margin. Apakah itu hanya istilah pengganti bunga saja?

Indri, Purwokerto

 

Jawaban :

Riba menurut istilahnya berarti pengambilan tambahan atas harta pokok atau modal secara batil. Atau pengambilan tambahan baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam secara batil. Jika bunga dihitung atas pokok hutang pinjaman di bank syariah tidak ada istilah itu. Karena dalam oprasional bank syariah akad yang digunakan menjadi penentu “pendapatan” yang akan diperoleh bank.

Apakah  margin sama dengan bunga, jelas itu berbeda. Di bank syariah inti utama yang dipakai untuk memutuskan sebuah akad adalah penggunaan dana tersebut. Penggunaan dana ini yang akan menentukan apakah akad yang digunakan sewa menyewa, jual beli atau kerja sama modal kerja.

Jika saudara mendapatkan tambahan margin berarti seharusnya Anda sudah dari awal menyepakati akad jual beli. Mungkin Anda membeli sepeda motor, bank membelikan motor bekas dijual kepada Anda dengan margin keuntungan yang diambil pihak bank sekian persen. Sekali lagi penggunaan dana di bank syariah yang menjadi inti pembeda transaksi akad.

Sejak awal seharusnya marketing bisa menjelaskan kepada nasabah tentang perbedaan margin dengan bunga. Jika bunga dihitung atas pokok pinjaman, maka di bank syariah nasabah tidak mendapatkan uang sebagai transaksi hutang piutang. Nasabah sepakat berakad jual beli barang dengan bank untuk membelikan sesuatu, kemudian bank menjual barang tersebut dengan sistem angsur.

Jika pihak bank harus membelikan 10 jenis barang dari 10 jenis suplier yang berbeda, kira-kira berapa lamakah waktu yang dibutuhkan oleh satu marketing bank syariah memproses akad pembiayaan dengan akad jual beli?

Jika dalam satu hari ada 5 pedagang kelontong semua berakad murabahah untuk pembelian setok lebaran berapa lama waktu yang dibutuhkan marketing untuk ikut kulakan 5 orang nasabah tersebut? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses jual beli tersebut.

Biasanya yang terjadi adalah marketing bank akan menelpon distributor besar untuk memastikan bahwa nasabah X akan membeli sirup atau sudah memesan sirup sejumlah sekian karton? Atau menelpon agen roti yang biasa diambil nasabah untuk memastikan dana ini memang diperuntukan untuk pembelian barang barang yang dimaksud. Jika nasabah menerima uang pasti ada akad wakalah atau perwakilan dari bank untuk membeli barang-barang yang sudah disepakati tersebut.

Idealnya jika melakukan akan jual beli maka bank wajib memiliki gudang seluas lapangan udara dan menyetok seluruh kebutuhan masyarakat tersedia semua di situ sehingga bank syariah betul-betul menjadi pemilik sah semua barang yang akan dijual belikan kepada masyarakat?

Melihat kondisi itu, semua masih dalam proses menuju kondisi yang lebih ideal. Mari buktikan dengan bergabung di bank syariah, sebagai penabung atau peminjam. Tak kenal maka tak sayang.(*)