WARGA bersama aparat gabungan mengevakuasi material longsor di Desa Tegal Pingen, Kecamatan Pengadegan, Jumat (9/3).

PURBALINGGA, SATELITPOST-Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Purbalingga, Kamis (8/3). Hujan deras dengan durasi yang lama pada hari itu menyebabkan tebing di wilayah RT 1 RW 5 Dusun IV Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan, longsor. Akibatnya, jalan desa tertutup dan rabat beton mengalami rusak parah.

Warga setempat, Mukharyo (56), mengatakan, rumahnya juga terancam ambrol karena talut setinggi 5 meter di depan rumahnya habis terbawa longsor. Jalan desa terputus sekitar 25 meter. Diperkirakan longsor terjadi pada malam hari, sekitar pukul 22.00 WIB.

“Kemarin (kamis, red) di sini hujan sejak sore, sore hujan deras, kalau malam tidak terlalu. Nah pagi hari saat keluar rumah, talut di depan rumah sudah longsor dan menutupi jalan, jadi saya lapor ke perangkat desa,” katanya, Jumat (9/3).

Selanjutnya pemerintah desa meneruskan laporan ke Polsek, Koramil, dan BPBD. Kapolsek Pengadegan, AKP Riyatnadi mengatakan, dalam longsor ini tidak ada korban jiwa. “Rumah Mukharyo terancam ambrol, karena jarak longsor dengan rumah hanya tinggal beberapa meter saja. Sedangkan jalan di depan rumahnya terputus,” kata AKP Riyatnadi.

Jumat kamarin, anggota Koramil, dan Polsek Pengadegan, relawan BPBD,  serta warga setempat bekerja bakti membersihkan material longsor. Mereka juga membuat jalan baru di sebelah jalan yang rusak, sehingga lalu lintas warga bisa tetap terjadi. (min)