Mega Proyek Wisata Banyumas

Lokawisata Baturraden akan direvitalisasi. Untuk itu, Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein mengatakan pemkab akan mendapat bantuan pinjaman lunak tawaran dari Presiden Jokowi sebesar Rp 200 sampai Rp 300 miliar. Pinjaman lunak tersebut hanya diperuntukkan bagi pemerintah daerah yang berpotensi mampu mengembalikan.

Mega proyek ratusan miliar tersebut, kata dia, sepenuhnya milik Pemkab Banyumas dan juga tidak dibiayai dengan menyedot APBD. Sehingga sejumlah aset milik Pemkab Banyumas dirapikan, termasuk sejumlah vila di Baturraden. Menurutnya, vila tersebut sudah diputuskan kembali jadi milik Pemkab pada persidangan sengketa beberapa tahun lalu.

“Ini bukan soal sewa menyewa. Kami melanjutkan putusan yang sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap, red), vila tersebut milik pemkab. Kami mengambil kembali aset kami. Baturraden akan semakin menarik, direvitalisasi menjadi objek wisata yang semakin menarik,” kata Ir Achmad Husein saat dihubungi SatelitPost Selasa sore (5/12).

Ia mengatakan, ada beberapa fasilitas umum yang akan dibangun di objek wisata Baturraden, seperti parkir bertingkat dan hotel. Sejumlah lokawisata di sekitar Baturraden juga akan dibuat terhubung langsung, sehingga pengunjung dengan mudah bisa menikmati wisata alam yang banyak tersedia di sekitar Baturraden.

“Parkir bertingkat dengan kapasitas kurang lebih 500 kendaraan. Nanti objek wisata lain di sekitarnya akan saling terhubung. Kami bangun juga hotel, jadi kalau ada pengunjung mau adakan diklat, bisa di hotel milik pemkab,” kata dia.

Revitalisasi objek wisata Baturraden, kata Husein, memang menjadi fokus utama pembangunan karena pariwisata merupakan sektor unggulan yang memiliki masa depan pendapatan besar. Selain itu untuk menghidupi roda ekonomi perdagangan lainnya karena memiliki efek domino terhadap pertumbuhan perekonomian di sektor lain.

“Presiden menawarkan kepada Pemkab Banyumas pinjaman ringan, untuk pembangunan Pariwisata di sini. Nilainya berkisar Rp 200 sampai 300 miliar. Banyumas ditawari, karena dinilai mampu mengembalikan,” kata dia.

Husein mengatakan, sebenarnya selain Baturraden masih ada dua lokasi lain yang bisa dikembangkan dengan pinjaman tersebut. “Ada tiga pilihan, di sekitar Bale Kemambang, Baturraden dan eks rencana kota baru yang tidak jadi waktu dulu. Potensi wisata sedang menggeliat, jadi kami ambil kesempatan ini untuk membangun Banyumas,” kata dia.

Adapun terkait Skytrain di Baturraden, kata Husein, itu merupakan satu dari rencana revitalisasi Baturraden menjadi objek wisata yang semakin besar dan bisa meningkatkan daya tarik wisatawan. Dia mengatakan, memiliki banyak rencana untuk pengembangan Banyumas jadi tujuan wisatawan.

“Rencana kami banyak, bertahap satu persatu kami realisasikan agar Banyumas ini menjadi primadona wisatawan. Potensi alam kita sangat bagus, sektor pariwisata ramah lingkungan dan menjaga kelestarian alam namun juga memberi banyak pendapatan daerah,” kata dia. (kim)

Komentar

komentar