PURWOKERTO, SATELITPOST-Slamet Wiyatno dijatuhi hukuman delapan bulan penjara, setelah terbukti melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP oleh Hakim Ketua yang memimpin persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Nanang Zulkarnain Faisal. Slamet terbukti melakukan aksi pencurian di rumah tetangganya.

Kasus pencurian ini terjadi pada Kamis 18 Oktober 2018 pukul 14.00 WIB. Ketika itu, terdakwa berada di rumahnya di Kelurahan Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwokerto Selatan. Dari rumah, Slamet melihat Febri Priyanto yang juga tetangganya pergi keluar rumah.

Karena Slamet mengetahui rumah Febri dalam keadaan kosong, timbul niat terdakwa untuk mencuri. Tanpa berpikir panjang, Slamet langsung mendekati rumah dan masuk melalui pintu belakang dengan cara merusak pintu menggunakan paku panjang.

Setelah berhasil membukanya, Slamet masuk ke dalam rumah dan ke kamar korban hingga kemudian membuka lemari dan laci pakaian. Di situ terdakwa mendapati satu buah gelang emas dengan berat 8,2 gram dan satu buah kalung emas dengan berat 5,9 gram serta kuitansinya.

Tidak sampai di situ, terdakwa juga mengambil uang tunai Rp 1 juta yang diselipkan di tumpukan baju. Setelah mengambil barang-barang itu, terdakwa langsung pergi meninggalkan rumah melalui pintu belakang, hingga kemudian pada tanggal 23 Oktober saat terdakwa menjual emas, pemilik toko menghubungi korbannya. Dari sinilah kejahatan itu terbongkar.

Atas peristiwa ini, terdakwa kemudian diserahkan ke Polsek Purwokerto Selatan hingga akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama delapan bulan sesuai Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP.

Atas putusan ini, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Boyke Hendro Utomo SH, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan penjara satu tahun dua bulan dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan mengaku menerima putusan hakim.