PURWOKERTO, SATELITPOST-STMIK Amikom Purwokerto menggelar pekan raya ilmiah mahasiswa Amikom (Prima) 2018‎ dengan mengusung tema “Inovasi Teknologi untuk Negeri”. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari, Selasa-Rabu (27-28/3) dan diakhiri dengan malam penganugerahan pada Rabu (4/4) malam di aula kampus setempat.

Ketua panitia Prima 2018, Suroso mengatakan, kompetisi rutin tahunan tersebut terdiri dari tiga kategori, antara lain kategori produk dengan tiga jenis masing-masing 3d Showreel, Mobile Application dan Game Application. Kategori kedua yakni kategori Kelas dengan jenis kompetisi masing-masing Desktop (Live Coding), Hacking (Live Hacking) dan Web Programming (Live Coding). Dan kategori ketiga yakni kategori Sekolah dengan jenis kompetisi yakni Web Design (Live Design), Design Grafis (Live Design).

‎Ia mengatakan, Prima 2018 pesertanya jauh lebih banyak. Peserta terdiri atas 43 tim kategori sekolah, 20 tim kategori produk dan 18 tim kategori kelas. “Tim yang sudah lolos tahap ekspo sangat luar biasa. Selamat bagi yang menang, dan semangat bagi yang belum. Tahun depan Prima akan dilaksanakan lagi,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua I STMIK Amikom Purwokerto, Rahman Rosyidi mengatakan Prima 2018 perlu menjadi contoh. Karena pada kenyataannya mengalami peningkatan atau loncatan, yang terlihat dari kuantitas jumlah peserta yang bertambah cukup banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

“Walaupun di tahun sebelumnya pun bertambah, tapi tahun ini cukup banyak. Ini suatu yang sangat membanggakan dan memggembirakan. Dan diikuti pula dengan bertambahnya produk yang dilombakan,” kata dia.

Terlebih, ia mengatakan Prima 2018 ini berbeda dari Prima sebelumnya. Sebelumnya, Prima dilaksanakan oleh forum asisten dosen, tapi sekarang juga didukung oleh organisasi mahasiswa seperti UKM, band dan lainnya. “Ini satu perubahan yang menggembirakan juga. Karena sebelumnya belum bekerjasama dengan organisasi mahasiswa,” katanya.

Meskipun, menurutnya kelemahan peserta masih sama, ada pada aspek presentasi. Di proses presentasi menurut dia masih banyak peserta yang belum mampu meyakinkan juri tentang produk yang tengah dilombakan. ‎Padahal presentasi juga sangat menentukan keputusan dewan juri. “Mudah-mudahan ke depan pesertanya akan lebih bisa meyakinkan juri, sehingga produknya akan menjadi produk unggulan,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan ingin mengingatkan, munculnya Prima sendiri mengemban tujuan sebagai ajang untuk menyiapkan pesertanya mengikuti lomba teknologi di tingkat yang lebih tinggi, kalau perlu sampai tingkat internasional. Era saat ini kata dia bukan hal yang mustahil sekolah atau kampus di kota kecil Purwokerto mampu mengikuti lomba di tingkat internasional.

“Jangan cepat putus asa dan jangan mudah menyerah sebelum sampai prestasi yang paling tinggi. Memang tidak mudah, tapi kalau mau sampai tingkat lebih tinggi itu kuncinya. Karena kemenangan tidak selalu di hasil, tapi juga di proses,” kata dia.‎ (adv)