MENDIKBUD RI, Muhadjir Effendy memberikan kuliah umum di UMP, Sabtu (9/2).

PURWOKERTO, SATELITPOST-Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Republik Indonesia Prof Muhadjir Effendy memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Aula AK Anshori kampus setempat, Sabtu (9/2). Kuliah ini mengangkat tema Masa Depan Pendidikan Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir Sekretaris Mendikbud, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Drs H Tafsir MAg, Wakil Rektor I UMP Dr Anjar Nugroho, Wakil Rektor II UMP Drs Joko Purwanto MSi, Wakil Rektor III UMP Ir Aman Suyadi MP  dan Wakil Rektor IV UMP Dr Jebul Suroso.

Muhadjir Effendy mengatakan sangat bangga dengan perkembangan UMP yang maju begitu cepat. Apalagi, dalam kesempatan tersebut juga disisipi pengumuman lomba karya ilmiah tingkat nasional. “Kembangkan terus aktivitas seperti ini. Karena ini adalah ruhnya dari pendidikan, yakni dengan penelitian,” kata dia.

Sementara itu, terkait perkembangan industri ia mengatakan, perkembangan industri pertama kali dikeluarkan  oleh mesin uap, kemudian dikeluarkan mesin listrik dengan tegangan arus kuat. Dan berkembang dengan listrik arus rendah, serta saat ini berkembang teknologi industri digital.

Sebelumnya, kata dia, orang menganggap teknologi sudah selesai yang dicirikan dengan mulai dikenalkannya advance robotic, artificial intelegence, hingaa saat ini di era revolusi industri 4.0. Namun, kata dia, wilayah Indonesia yang begitu luas sehingga tidak mungkin secara serempak mengadopsi revolusi industri 4.0 itu.

“Mungkin kalau di Jakarta maupun di Purwokerto saat ini sudah mulai terintervensi oleh industri 4.0. Tapi kalau di Papua, beberapa bagian Pulau Maluku dan di daerah perbatasan seperti Sebatik maka di sana jangankan ada industri 4.0. Mengenal teknologi dasar masih ada yang belum memahami. Kalau kita mengejar industri 4.0 ini pasti akan tertinggal,” kata dia.

Ada satu faktor yang kata dia membuat tertinggal, yakni akses. Di Indonesia belum semua daerah terpapar akses internet. Dan masih membutuhkan investasi Rp 40 triliun untuk menjangkau seluruh Indonesia.  “Sekolah pun belum semua menggunakan komputer. Termasuk juga transportasi yang menghambat antar pulau. Karena itu, kita tidak ada pilihan lain, kita harus membangun supaya terjadinya akses tersebut,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMP Dr H Syamsuhadi Irsyad MH menyambut dengan ramah kedatangan Mendikbud RI tersebut. Ia mengatakan karena peserta merupakan mahasiswa teknik sains dan prodi kimia, ia berharap betul-betul untuk menekuni perkembangan bangsa Indonesia.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan, saat ini UMP telah memiliki 12 fakultas. Yang terakhir fakultas kedokteran yang sebentar lagi akan kita luluskan, dan prodi-prodi baru pun mulai dikembangkan. (alf)