WANAREJA, SATELITPOST-Warga di dua dusun yakni Dusun Sukawera dan Dusun Babakan Desa Bantar Kecamatan Wanareja benar-benar sedang mengalami darurat air bersih setiap tahun. Warga harus berusaha keras dan sabar mengantre berjam-jam untuk mendapatkan air bersih yang diambil dari sumber mata air.

Seperti yang dialami Sutinah (55) warga RT 02/03 Dusun Sukawera Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Setiap hari harus bangun pagi dan menunggu antrean mengisi air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Jika bangun kesiangan maka dia akan mendapat antrean yang lebih panjang lagi karena yang datang lebih dulu mendapat antrean lebih awal.

Kepada SatelitPost Sutinah menyampaikan dalam sehari dia mengambil air di sumber air tersebut karena lebih dekat di bandingkan di tempat yang lainnya karena jaraknya lebih jauh hampir mencapai 2 kilometer.

Terkadang untuk mendapatkan air yang banyak dan lebih cepat dia datang ke lokasi tersebut pukul 02.00 WIB. Selain untuk mendapat antrean lebih awal pada waktu itu aliran air yang keluar dari rongga dan sela-sela tanah keluar lebih banyak memenuhi bak penampungan yang dibuat warga sejak lama.

Sumber mata air tersebut merupakan andalan warga masyarakat secara turun-temurun saat musim penghujan air mengalir memenuhi bak penampungan tersebut. “Setiap kemarau kami air di sini keluarnya sedikit-sedikit saya harus sabar menunggu sedikit demi sedikit sampai bak terisi kemudian saya tampung di ember atau jeriken sampai penuh walaupun harus sabar menunggu seharian,” katanya, Kamis (14/9).

Kesulitan air bersih baginya sudah dianggap biasa dan dirasakan setiap tahun. Dia dan warga lainnya hanya bisa pasrah dengan kondisi tersebut dan terus menunggu bantuan air bersih.

Beruntung pemilik lahan yang memiliki sumber mata air tersebut mempersilakan warga mengambil air. Bantuan dropping air yang dikirim dari PMI dan RAPI sangat membatu mengatasi kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan mandi cuci dan kakus walaupun hanya sementara saja.

Kepala Desa Bantar Zakaria saat dikonfirmasi SatelitPost membenarkan dua dusun yang dihuni 600 kepala keluarga merupakan langganan krisis air bersih setiap kemarau. Bahkan, bisa dikatakan darurat air bersih karena sumber mata air tidak mengalir.

Wilayah tersebut adalah Dusun Sukawera meliputi 6 RT dihuni 190 Kepala Keluarga dan Dusun Babakan meliputi 8 RT dihuni 240 Kepala Keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari warga mencari ke sumber mata air  sungai dan sawah sekitar walaupun jarak yang ditempuh cukup jauh dan berliku. Selain itu melalui jalan menanjak sekitar 1 sampai 2 kilometer dari rumah terpaksa mereka lakukan.

Untuk mengatasi krisis air tersebut upaya yang dilakukan pemerintah desa meminta bantuan dropping air dari BPBD dan pihak lainnya untuk memenuhi kebutuhan air walaupun hanya sementara.

Selain itu pemerintah desa sedang membangun sarana air bersih melalui pengeboran dengan menyalurkan melalui pipa. Namun kendala yang ditemui air ketinggian tanah mempengaruhi dan tidak mampu mendorong air ke lokasi pemukiman yang lebih tinggi.

“Kami sedang berusaha membangun sarana saluran air melalui dana desa dan swadaya. Sementara masih mengandalkan sumber mata air yang ada dan bantuan dropping air. Kemarin  ini ada dropping dua tangki air bersih sekitar 10 ribu liter dari RAPI dan PMI,”katanya. (taslim.indra@gmail.com)