WARGA Desa Pagak tengah memainkan musik gumbeng untuk menyambut wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Kitiran beberapa waktu lalu.

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Malam pergantian tahun, biasanya dipadati dengan berbagai pesta. Tapi kali ini, ada yang bakal berbeda pada malam pergantian tahun 2017 menuju 2018 di Banjarnegara. Selain renungan dan doa bersama, diadakan juga hiburan musik dangdut dan akan menampilklan berbagai penampilan seni tradisional khas Banjarnegara.

“Yang jelas ada yang berbeda, nanti akan sangat kental nuansa budayanya. Kami akan menampilkan berbagai kesenian tradisional, seperti dolanan bocah, keroncong modern, dan lainnya. Jadi para juara lomba seni budaya selama 2017, akan kami tampilkan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Dwi Suryanto melalui Kabid Kebudayaan, Nurvavik Krismianto, kemarin (7/12).

Selain sebagai ajang hiburan bagi masyarakat, kegiatan itu juga sekaligus untuk nguri-uri budaya lokal dan meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Penampilan seni budaya ini, juga menjadi wadah tersendiri bagi pelaku seni budaya tradisional di Banjarnegara.

“Saat ini banyak pelajar yang mulai mencintai musik tradisional seperti keroncong yang dikolaborasi dengan musik modern. Kita inginkan seni budaya menjadi satu sarana untuk menarik wisatawan,” katanya.

Momentum ini juga sebagai ajang pelestarian seni budaya yang dimainkan generasi muda. Pelestarian aktivitas budaya dan adat pada malam tahun baru ini, diharapkan menjadi magnet bagi sektor pariwisata di Banjarnegara.

“Tunggu saja! Yang jelas akan ada yang beda saat malam pergantian tahun nanti. Bupati juga sudah mengimbau untuk tidak mengadakan pesta kembang api, dan anggarannya dialokasikan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya. (oelsatriapos@yahoo.com)

Komentar

komentar

BAGIKAN