PURWOKERTO, SATELITPOST- Satu kelompok paduan suara dari Purwokerto, yakni One Voice Purwokerto berhasil mendapat penghargaan dalam lomba paduan suara internasional. Lomba tersebut bertajuk The 11th Orientale ‎Concentus International Choral Festival (OICF) 2018 di Singapura.

‎One Voice Purwokerto sendiri merupakan satu komunitas anak muda se-Barlingmas yang mempunyai hobi bernyanyi dan bermain musik. Saat mengikuti OICF 2018, bahkan manajemen One Voice Purwokerto melakukan seleksi. Tim membawa 51 anggota, satu kondektur, dan satu musisi dalam ajang musik imternasional yang dilakukan selama empat hari pada 1-4 Juli 2018 lalu.

Sebanyak 53 anak ini merupakan remaja pilihan dari Banyumas dan Purbalingga. Sebanyak 5 anak dari Purbalingga dan lainnya dari Purwokerto. Mereka terdiri atas siswa SMP, SMA dan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.

Dalam ajang internasional tersebut, ada dua penghargaan yang diraih One Voice Purwokerto, yaitu Gold Grade II pada Kategori Folksong dan Gold Grade III pada Kategori  Mixed Voices Senior Youth. Manajer One Voice Purwokerto, Elly Aristiani SSos mengatakan, sangat bangga karena selain bisa main di School of Art Singapura dan Esplande Concentus Hall.

“Karena sangat diimpikan bisa perform di ‎dua gedung itu. Kami bangga sekali. Dan alhamdulillah-nya kami berhasil mendapat 2 penghargaan. Walaupun, tujuan utamanya selain mendapatkan pengalaman juga untuk meningkatkan prestasi mereka,” kata Elly.

Pelatih One Voice Purwokerto, John Resius Kembaren mengatakan, timnya berlatih selama 8 bulan sebelum kompetisi di mulai.‎ Ia mengatakan, awalnya, dari 13 kategori dalam kompetisi tersebut, timnya mengikuti‎ dua kategori, yakni Youth dan Folklore.

Namun, di hari kedua pada babak penyisihan, timnya mendapat gold medal untuk youth. “Tapi, nilainya masih belum cukup untuk masuk babak grandprix. Hari ketiga kota ikut yang folklore song, atau lagu rakyat. Tim mmebawakan lagu Soleram, Anoman Obong dan Gundul Pacul. Di kategori ini kita dapat gold medal untuk ikut grandprix,” katanya.

Di hari terkahir, timnya mengikuti grandprix bersama 7 peserta lainnya di kategori folklore. Sebanyak 5 tim dari Filipina dan 2 lainnya dari Indonesia.‎ “Di grandprix, memang cuma diambil satu pemenang, yang dapat dari Filipina. Tapi kita bersyukur karena sudah masuk grandprix,” kata dia.‎ (alf)