Ilustrasi

PURWOKERTO, SATELITPOST-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria Kabupaten Banyumas kembali digelontor anggaran sebesar Rp 27,5 miliar di tahun Anggaran 2018. Dana sebesar itu untuk kelanjutan program penyambungan perpipaan air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Utama PDAM  Kabupaten Banyumas, Agus Subali mengatakan, penyertaan modal di APBD 2018 yang sudah disetujui, ada dua item. Pertama sebesar Rp 22,5 miliar untuk melanjutkan program bantuan sambungan perpipaan  air bersih bagi MBR.

Anggaran tersebut menurutnya untuk memasang samburan rumah (SR) baru sebanyak 7.500  keluarga atau masing-masing SR mendapat alokasi bantuan Rp 3 juta.  Yang kedua, lanjut dia, penyertaan modal yang lain, sebesar Rp 5 miliar, untuk pengembangan jaringan baru ke wilayah Kecamatan Kedungbanteng. “Rp 5 miliar ini untuk pembangunan pipa distribusi dan sambungan rumah baru di wilayah Kebdungbanteng, ” katavdia, Kamis (7/12).

Dia menjelaskan, penyertaan modal tersebut sudah masuk dalam perda yang disetujui DPRD.  Namun untuk pencairan anggarannya dilakukan bertahap. Tahun 2017 ini  mendapatkan pinjaman modal Rp 22,5 miliar dan sudah direalisasikan untuk sambungan 7.500 SR baru.

“Untuk  tahun 2018, pencairannya bisanya bertahap mulai Februari, Mei dan Agustus melalui Badan Keuangan Daerah (BKD). Kita tinggal melaksanakan saja, karena perdanya sudah ada, ” kata dia.

Terkait pendaftaran bagi MBR, jelas dia, sampai tanggal 27 Desember ini dan pemasangan masih menunggu pemeriksaan dari Jakarta. Biasanya pelaksanaan mulai April-September 2018   Dia mengatakan, penyertaan modal ini ditalangi dulu dari APBD, kemudian pada akhir tahun baru dibayar pemerintah pusat.

“Jadi pemkab modalnya tetap utuh, malah devidennya nanti  bertambah. Istilahnya pemkab membiyai dulu, nanti diberi insentif dari pemerintah pusat, sama dengan yang dikeluarkan, ” kata dia.

Untuk tarif pendaftaran sambungan baru bagi MBR , kata dia,  cukup membayar Rp 750.000 per-SR. Sedangkan yang reguler untuk biaya sambungan baru sebesar Rp 2 juta. Agus mengatakan, pihaknya ditarget pemerintah sampai tahun 2019, harus sudah bisa melayani sekitar 36 persen dari jumlah penduduk Banyumas menerima sambungan air bersih.  Sekarang sudah tercapai 31 persen, sehingga tinggal 5 persen.”Selain yang model ini, kita juga ada yang reguler dibiayai PDAM sendiri, sekitar 1.00 SR, ” kata Agus. (kim)

Komentar

komentar