PURBALINGGA, SATELITPOST – Setelah Grebeg Onje, dan Festival Gunung Slamet terlaksana, Pemkab akan kembali menggelar even seni dan budaya yang bertajuk ‘Festival Congot Purbalingga’. Kegiatan akan dipusatkan di Desa Wisata Kedungbenda, Kemangkon selama tiga hari, Jumat-Minggu (13-15/10). Melalui acara festival semacam ini, diharapkan bisa mendongkrak sektor wisata di Kabupaten Purbalingga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga Heriyanto SPd menyampaikan, wisata dan budaya memiliki hubungan yang kental. Masing-masing saling mendukung. Sedangkan di Purbalingga, selain wisata alam juga ada wisata budaya dan religi. Desa Kedungbenda sendiri termasuk desa adat selain Desa Onje di Kecamatan Mrebet.

“Kami (Bidang Kebudayaan,red) melihat banyak adat dan budaya di Purbalingga, dan sampai saat ini masih ada yang dilestarikan. Terlebih pada bulan-bulan Sura atau Muharam, seperti sedekah sungai, ruwat bumi dsb. Melalui festival seperti ini, diharapkan bisa menjadi upaya melestarikan dan juga meningkatkan kunjungan wisata, sehingga bisa menyampaikan pada masyarakat lebih luas untuk mengetahuinya,” kata dia, saat acara pres confrens Festival Congot, di Gedung Graha Adiguna, kemarin.

Beberapa upacara tradisi yang masih aktif dilakukan masyarakat diantaranya, sedekah sungai, ruwat bumi, Suran di Petilasan Lingga Yoni, Suran di Panembahan Dipakusumo. Selain itu beberapa seni yang ada seperti ebeg, daeng atau aplang, unjungan, begalan dan lengger. ” Hal-hal seperti itu perlu dipertahankan, hal itu juga bisa mendukung sektor wisata,” kata Hery.

Pada gelaran Festival Congot Purbalingga, beragam kegiatan akan dilaksanakan. Mulai dari istigosah, ruwat bumi, sedekah sungai, wayang kulit. Ada juga yang lainnya yakni susur sungai, parade perahu. Pada acara istighosah, nantinya akan dinyalakan 700 lilin. Sedangkan lampu-lampu akan dimatikan. “Ada juga penanaman pohon sepanjang pinggiran sungai, pesta rakyat, pesta kembang api, lomba sepeda dengan Hadian yang fariatf,” kata ketua panitia Yudhia Patriana, kemarin.

Lebih lanjut dia menyampaikan,bahwa Festival Congot ini merupakan kali pertama dilakanakan. Congot merupakan suatu tempat pertemuan aliran sungai, antara Sungai Klawing dan Sungai Serayu. Festival Congot ini sebenarnya duplikasi penyelenggaraan adat dan kebiasaan warga Desa Kedungbenda yang sudah lama mempertahankan menjadi perayaan lebih besar dalam satu waktu.

“Nanti ada ruwat bumi, sedekah sungai, pentas wayang kulit, penyebaran benih ikan, penanaman pohon, susur sungai, pesta rakyat, hiburan musik dan juga ada pit-pitan Maring Congot dan panitia sudah menyediakan banyak door prize,” kata Yudhia. (min)

Komentar

komentar