Pemkab Banjarnegara Genjot Pariwisata Berbasis Budaya

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Selain memiliki kekayaan alam dan potensi wisata, Banjarnegara juga menyimpan banyak adat dan budaya daerah. Sebagai upaya pelestarian, Dinas Parwisata dan Kebudayaan Banjarnegara melakukan aktualisasi adat dan budaya daerah sebagai daya tarik wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Dwi Suryanto melalui Kabid Kebudayaan Nurvavik Krismianto mengatakan, selama ini masih banyak potensi kesenian daerah yang masih belum tergali. Karena itu, dinas membuat terobosan dengan menggelar pentas yang bakal digelar di desa wisata.

Untuk tahap awal, pelestarian aktualisasi adat dan budaya daerah dilakukan di Desa Wisata Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, akhir pekan lalu. Para pementas sukses mengkolaborasikan seni budaya tradisional dengan modern.

“Kita mencoba menampilkan berbagai seni budaya di desa wisata. Adapun yang tampil adalah kesenian yang ada di wilayah kecamatan tersebut. Satu desa, bisa menampilkan lebih dari dua kesenian. Ternyata hasilnya luar biasa,” katanya.

Selain untuk nguri-uri budaya, kegiatan tersebut juga menambah daya tarik wisata. Di Banjarnegara, ada kesenian Jepin, Angguk, Rudad, Kunthulan, dan banyak lainnya. Selain itu, ada juga budaya mandi lumpur, dan aneka dolanan bocah.

“Setiap desa pasti memiliki ciri berbeda, ini yang diunggulkan agar seni budaya lokal tidak punah,” katanya.

Secara bertahap, keberadaan kesenian dan budaya Banjarnegara akan kembali lestari. Kegiatan semacam itu, menjadi upaya bagi desa wisata menarik pengunjung.

“Untuk sekarang, pemerintah masih menjadi motor penggerak. Nanti kegiatan ini bakal diinisiasi desa wisata sendiri, peran pemerintah hanya sebagai pendukung,” katanya.

Menurutnya, pola pengembangan event di objek wisata akan lebih maksimal jika dilakukan oleh para pelaku wisata. Seperti halnya Dieng Culture Fetival (DCF), saat ini pengelola event dilakukan oleh masyarakat desa wisata.

“Event tersebut sudah tidak sepenuhnya dikelola pemerintah daerah. Keterlibatan masyarakat desa wisata, menjadi kunci keberhasilan event,” ujarnya. (oel)

Komentar

komentar