CILACAP, SATELITPOST-Angka tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri, sampai saat ini mencapai sekitar 16 ribu pekerja. Dari jumlah tersebut 5 ribu di antaranya merupakan tenaga kerja informal dan selebihnya formal.

Pemerintah terus berupaya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat untuk bekerja ke luar negeri. Satu di antaranya melalui program Desa Migran Produktif (Desmigratif). Program ini sudah di-launching oleh Menteri Tenaga Kerja pada Selasa (12/9).

Di Cilacap sudah ada empat desa yang menerapkan Desmigratif, di antaranya Desa Widarapayung Wetan dan Sidaurip yang diproyeksikan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Selain itu juga dua desa yang diproyeksikan oleh Provinsi Jawa Tengah yakni Desa Widarapayung Kulon dan Jepara.

“Program Desmigratif ini sebagai upaya untuk mengurangi minat masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk bekerja ke luar negeri,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap, Kosasih, Kamis (14/9).

Pada Desmigratif ini, diberikan tempat dan fasilitas serta sarana dan prasarana untuk meningkatkan kemampuan calon TKI, mantan TKI, keluarga TKI, dan masyarakat. Caranya dengan melalui pelatihan-pelatihan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari mereka.

Dari program ini juga bisa untuk mengakses pencarian lowongan pekerjaan, sehingga masyarakat tidak perlu lagi pergi keluar negeri untuk mencari pekerjaan. Di samping itu juga saat ini Cilacap yang pro investasi terus membangun dengan berbagai proyek yang ada. Sehingga kegiatan investasi di Cilacap terus meningkat.

“Terutama ibu rumah tangga, karena itu mereka diberdayakan, sehingga bisa mengurusi keluarga, sambil meningkatkan ekonomi keluarga. Mereka tetap bisa mendapatkan penghasilan dan masih bisa mengurus keluarga,” katanya.

Saat ini karena baru diluncurkan, masih belum dirasakan efek dari adanya desa migrasi produktif untuk mengurangi angka kepergian masyarakat bekerja menjadi TKI. Namun, untuk  kegiatannya sudah dilaksanakan sejak enam bulan lalu, mulai dari pembentukan organisasi, peningkatan infrastruktur, dan lainnya.

“Mudah-mudahan paling tidak pada tahun pertama bisa menekan sampai 30 persen, dari angka pencari kerja yang ada di Cilacap, selain program yang tadi juga peningkatan investasi juga bisa menurunkan angka migrasi,” katanya. (ale)