Petani pembudidaya durian sedang memilih bibit pohon pesanan pembeli. SATELITPOST/RARE

BANYUMAS, SATELITPOST-Musim durian menjadi momen bagi petani budidaya panen rezeki. Tak hanya buahnya yang diserbu masyarakat, penjualan bibit pohon durian pun turut meningkat drastis dibanding hari biasa.

‎Di sentra durian Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, sejumlah petani pembudidaya mengaku penjualan bibit meningkat hingga 50 persen lebih. Selain karena masih masa panen, musim penghujan turut mendongkrak permintaan bibit di pasaran. Harga bibit durian dijual mulai Rp 50 ribu hingga Rp 5 Juta tergantung dari usia pohon.

“Mulai meningkat sejak masa panen bulan September lalu, namun kenaikan penjualan lebih signifikan mulai bulan Desember sampai sekarang ini,” kata Eko (49) pembudidaya durian lokal Bawor Bhineka, Kamis (24/1).

Ia mengaku sepanjang musim penghujan rata-rata 100 -200 bibit duriannya keluar setiap harinya dengan permintaan terbanyak bibit durian berusia 6 bulan hingga 1 tahun. Menurutnya, peningkatan permintaan dikarenakan saat musim penghujan penamaman bibit tidak membutuhkan perawatan lebih. Pembeli tidak perlu lagi menyiram pohon karena air hujan yang masih turun. “Kalau sedang meningkat gini, omzet bersih bisa Rp 5 jutaan. Pembelinya rata-rata dari luar wilayah,” katanya.

Sarno (54) pembudidaya sekaligus penemu durian varietas Bawor Bhineka mengatakan, kenaikan permintaan bibit durian Bawor Bhineka karena banyak masyarakat yang tahu keuntungan membudidaya durian varietas ini. Ia mencontohkan dengan modal Rp 15 juta, pembeli bisa mendapatkan 100 bibit di atas usia 1 tahun yang dibanderol  Rp 150 ribu per batangnya. Dar 100 bibit yang ditanam di lahan 1 hektare, dalam 3-4 tahun pohon sudah mulai berbuah secara bertahap.

“Umumnya pertama kali panen maksimal 10 buah, tahun berikutnya buahnya bisa naik dua kali lipat dan tahun selanjutnya bisa berkali-kali lipat bahkan hingga 100 buah lebih dalam satu pohon,” katanya.

Dengan estimasi harga perbuah rata-rata Rp 200 ribu maka modal investasi pun cepat kembali dan keuntungan yang diperolehpun berkali-kali lipat. “Kalau Rp15 juta dibuat usaha lainnya belum tentu keuntungannya bisa sefantasis bisnis durian Bawor ini,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, mayoritas peminat serius budidaya durian Bawor masih di kalangan orang yang usianya tidak lagi produktif atau pensiunan dan kelompok tani. Dari pengakuan pembudidaya yang dibimbingnya tersebut mengatakan, keuntungan yang diperoleh sama persis dengan manis legitnya durian Bawor Bhineka.

“Seperti tujuan awal saya menciptakan Bawor Bhineka, yakni untuk mengubah nasib terutama pada ekonomi finansial. Apalagi durian ini sudah dikenal luas sampai mancanegara. Jadi secara ekonomis pasti akan menguntungkan,” kata Sarno yang pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden SBY soal ketahanan pangan dengan durian ciptaannya ini. (rar)