PEMBELI sedang menawar harga sepeda di bursa sepeda bekas Pasar Cilongok, Selasa (10/7). SATELITPOST/TRIONO YULIANTO

Masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) atau tahun ajaran baru menjadi rezeki tersendiri bagi pedagang sepeda bekas di Pasar Cilongok. Peningkatan omzet hingga dua kali lipat menjelang hari pertama masuk sekolah seperti sekarang ini.

Seorang pedagang sepeda bekas Nurhadi (52) mengatakan, pada masa PPDB, barang dagangnya Laris manis. Dalam sehari bisa 10-20 unit dagangnya terjual.‎ Kebanyakan, pada masa PPDB pembeli sepedanya adalah orangtua yang membelikan sepeda untuk keperluan sekolah. Ia menyediakan sepeda bekas jenis jengki, mini, sepeda gunung, hingga sepeda roda tiga. “Kalau yang paling banyak laku masa kayak gini ya sepeda mini sama sepeda gunung,” kata warga Pasir Lor Kecamatan Karanglewas ini, Selasa (10/7).‎

Nurhadi mengungkapkan, sepeda bekas yang dijualnya didapatnya dari hasil berburu ke kampung-kampung maupun ada warga yang mengantarnya langsung ke rumahnya. “Biasanya  ada yang masih bagus, ada juga yang harus diperbaiki seperti dicat ulang atau penambahan sparepart yang sudah hilang. Setelah mulus kembali baru dibawa ke pasar,” kata dia.

Dalam sehari, Nurhadi rata-rata membawa sekitar 20-30 unit sepeda bekas. Sepeda tersebut dibawanya menggunakan mobil bak terbuka. “Kalau hari biasa rata-rata laku 2-5 unit. Peningkatan hingga dua kali lipat lebih mulai saat usai Lebaran kemarin,” katanya.

Senada dengan Nurhadi, pedagang sepeda bekas lainnya, Kidam (62) mengaku mengalami peningkatan omzet pada momen masuk tahun ajaran baru dibanding hari biasa. Meski demikian, menurutnya, peningkatan yang terjadi tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.

“Kondisi ekonomi yang sedang turun menjadi penyebabnya. Jadi orang tua lebih memprioritaskan biaya sekolah dulu. Keperluan sepeda buat anaknya baru dipikirkan kemudian,” kata pedagang asal Pasir Kulon Kecamatan Karang Lewas ini.

Baik Nurhadi maupun Kidam menjual sepeda bekas dengan rentang harga antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Harga tertinggi biasanya saat dia menjual sepeda kuno, misalnya merek gazelle atau humber yang disebutnya sepeda wangkring. Sementara, harga termurah adalah sepeda jenis roda tiga dengan harga mulai Rp 100 ribuan

“Tergantung kualitas dan kondisinya. Tapi, kami disini tetap mengutamakan mutu dagangan meskipun bekas,” kata dia yang mengaku sudah 20 tahun menekuni bisnis ini.

Pilihan membeli sepeda bekas dikarenakan harga yang terpaut jauh dari harga baru di toko. Pembeli dapat menjual kembali sepedanya atau tukar tambah jika sudah bosan dan ingin mengganti dengan jenis sepeda lainnya. (rar)‎