Gang Sadar Baturraden.SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH
Gang Sadar Baturraden.SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST- Rencana penutupan Gang Sadar (GS) Baturraden yang diusulkan MUI Banyumas hingga kemarin (11/1) masih menunggu respons dan sikap Pemkab Banyumas. Surat rekomendasi dari MUI kepada Bupati belum ada tanggapan. Surat tersebut menurut MUI jadi dasar untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait wacana penutupan GS.

“Setelah sosialisasi itu sudah kita tindak lanjuti ke Bupati rekomendasinya. Sudah diserahkan langsung hari berikutnya, tapi selanjutnya Bupati mau meresponsnya bagaimana sampai hari ini belum ada upaya. Setelah itu kami pasif nunggu kebijakan selanjutnya dari Pak Bupati,” kata Sekretaris Umum MUI Banyumas, Dr H Ridwan MAg, Kamis (11/1).

Ia mengatakan, MUI hanya sebatas mengajukan usulan penutupan GS. Namun pengambil kebijakan atau yang berkaitan dengan otoritas ke wilayah publik, menjadi ranahnya pemerintah. Seharusnya apa bila akan dilanjutkan, kata dia, pemerintah membentuk tim ahli untuk penelitian atau kajian secara komprehensif kaitannya dengan solusi aktif.

Karena yang dipindah itu adalah manusia, banyak sekali hal-hal yang terkait dengan kehidupan mereka. Sehingga ia menyarankan treatment apapun dalam bentuk kebijakan harus selalu disertai dengan solusi, dan itu menjadi ranahnya pemerintah sebagai pemegang kekuasaan.

“Kalau MUI tidak ada kewenangan, karena sudah masuk ke wilayah teknis apalagi berkaitan dengan otoritas ke wilayah publik, paling hanya edukasi ke masyarakat saja. MUI hanya bertugas amar ma’ruf nahi mungkar dalam kontek moral. Sampai sebatas itu saja ranahnya MUI untuk himbauan moral yang menjadi landasan, ” kata dia.(kim)

Pemkab: Soal Surat, Kami Belum Tahu

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Banyumas, Srie Yono mengaku belum mengetahui surat rekomendasi yang diberikan MUI kepada Bupati. Namun menurutnya, belum lama ini persoalan tersebut sudah pernah dibahas oleh Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Banyumas.

“Saya belum tahu malah suratnya. Tapi harus rapatkan dulu, kemarin kelihatannya sudah dirapatkan oleh Pak Fatikul (Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Banyumas). Coba tanya ke Pak Fatikul, ” kata dia.

SatelitPost memcoba menghubungi Fatikul Iksan, namun tetap belum bisa dikonfirmasi. Seperti diberitakan sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyumas mengusulkan agar Gang Sadar (GS) ditutup. Usulan tersebut, menurut MUI berasal dari masukan masyarakat.

Sementara itu, Sosiolog Fisip Unsoed, Tri Wuryaningsih MSi menyebut penutupan ini tidak boleh dilakukan dengan gegabah. Sebab, menurutnya penutupan GS tanpa diimbangi langkah yang strategis justru dapat menimbulkan gejolak sosial baru di masyarakat. Ia mengatakan, faktor ekonomi merupakan perihal yang paling dipertimbangkan.

Mendengar kabar MUI mengusulkan penutupan lokalisasi Gang Sadar Baturaden, Paguyuban Gang Sadar menyatakan meminta MUI dan Polres Banyumas untuk duduk bersama dengan pengurus Paguyuban Gang Sadar dan warga disekitar Gang Sadar agar tidak gegabah dalam membuat keputusan menutup lokalisasi Gang Sadar. (Aulia El Hakim)