warga bersama tim BPBD, TNI, Polri serta jajaran muspika, sedang meninjau lokasi rekahan termasuk yang berimbas pada rumah warga di Desa Mlaya, Minggu (10/2).
warga bersama tim BPBD, TNI, Polri serta jajaran muspika, sedang meninjau lokasi rekahan termasuk yang berimbas pada rumah warga di Desa Mlaya, Minggu (10/2).

BANJARNEGARA, SATELITPOST – Hujan deras yang terjadi akhir pekan kemarin, menyebabkan terjadinya pergerakan tanah di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan. Akibatnya lima rumah warga di kawasan di Dusun Sidakarya RT 3 RW 2, mengalami rusak sedang dan 12 lainnya rusak ringan, Minggu (10/2).

Lima rumah yang mengalami rusak sedang adalah milik Ali Wahyudin, Lanang Sutrisno, Joko Mulyono, Suwanto, dan Ridwan yang semuanya berada di RT 2 RW 3. Sementara rumah lainnya, milik Suwiryo Harsono, Samyo, Darto, Waryim, Parnoto, Sumiarjo, Tarsudin, Sartono, Ridho, Nasrudin, Turyono, dan Amad Saniudin, berada di wilayah RT 6 RW 3.

Kepala Desa Mlaya, Wartati mengatakan, para penghuni rumah sementara dianjurkan mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari korban jiwa. Sementara warga bersama tim BPBD, TNI, Polri serta jajaran muspika, melakukan antisipasi dengan penutupan rekahan tanah supaya tidak semakin melebar.

Wartati juga mengimbau masyarakat lainnya, untuk selalu waspada dan mengungsi ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan deras.

“EWS atau alat peringatan dini yang terpasang di wilayah kami, berbunyi hingga dua kali karena hujan deras sejak, Kamis (7/2) lalu. Warga akhirnya mulai mengungsi, karena Setelah di cek memang ada pergerakan tanah,” katanya.

Selain merusak lima rumah, pergerakan tanah juga menyebabkan jalan utama warga amblas hingga 15 meter dengan kedalaman mencapai 50 sentimeter.

“Rekahan tanah ini bentuknya tapal kuda, panjangnya mencapai 250 meter,” katanya.

Camat Punggelan, Andri Mukti Sasongko mengatakan, saat ini tim dari BPBD bersama masyarakat juga masih melakukan berbagai upaya pencegahan termasuk dengan menutup rongga rekahan agar air tidak masuk ke dalam dan membawa tanah.

“Kami mengajak warga untuk mengungsi sementara. Kami berharap, kondisi tetap aman dan tidak terjadi bencana,” katanya. (maula@satelitpost.com)