WAKIL Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman (kiri) dan General Manager Pertamina RU IV Cilacap Dadi Sugiana menempelkan telapak tangan yang sudah dilumuri cat sebagai bentuk komitmen stop narkoba di Patra Graha, Kamis (23/11).SATELITPOST/RENY TANIA

CILACAP, SATELITPOST-Pekerja Pertamina Refinery Unit IV Cilacap yang mengoperasikan kilang minyak membutuhkan konsentrasi, kesabaran, kesehatan, dan kewaspadaan. Karena itu jangan sampai terpengaruh penyalahgunaan narkoba.

Hal ini diungkapkan oleh General Manager Pertamina RU IV Cilacap, Dadi Sugiana saat membuka Seminar Kesehatan Anti Narkoba dengan Tema ‘Pertamina Untuk Indonesia Bersih Narkoba’ di Patra Graha, Kamis (23/11) kemarin.

“Narkoba bisa menjangkau siapa saja, pekerja, pelajar, bahkan saat ini di semua kalangan. Pekerja Pertamina memiliki risiko pekerjaan yang besar. Oleh karenanya, mereka tidak boleh terpengaruh narkoba karena bias menjadi masalah besar,” kata dia.

Menurutnya, Pertamina secara rutin melakukan pengecekan narkoba kepada para pekerja. Terkadang, pengecekan ini dilakukan secara mendadak. Apabila ada yang terindikasi menyalahgunakan narkoba, maka akan segera diberikan sanksi.

Pada seminar yang dihadiri sekitar 450 orang ini, penyelenggara mendatangkan beberapa narasumber. Antara lain, Koordinator Puspen BNN Pusat, Brigjen Polisi dr Viktor Pudjiadi  dan Putri Anti Narkoba 2017, Putri Khairunnisa.

Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman mengatakan Pemkab juga sudah berkomitmen untuk seluruh jajaran Pemkab Cilacap bebas dari narkoba. “Ini menjadi tantangan bagi kami di Pemkab, untuk melakukan hal yang sama, mengajak seluruh birokrat PNS, agar bebas dari narkoba,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen antara Pertamina, BNN Kabupaten Cilacap, dan Forkopimda dalam mewujudkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. (ale)