CILACAP, SATELITPOST- Kelompok Tani Sri Lestari Desa Glempang, Kecamatan Maos mulai  menanam tembakau. Mereka menanam sebagai selingan ketika musim kemarau datang.

 

“Kalau dengan padi hasilnya jauh, masih menguntungkan tembakau. Tetapi memang tidak setiap musim bisa dilakukan penanaman tembakau,” ujar Ketua Kelompok Tani Sri Lestari, Sunardi, Senin (28/01).

 

Menurutnya pertanian di wilayahnya tersebut ada tiga kali masa tanam yakni padi-tembakau-palawija. Jika diurutkan berdasarkan keuntungan para petani lebih memilih menanam tembakau. Tetapi kembali lagi tembakau tersebut hanya ditanam di saat musim kemarau, kalau musim penghujan bisa rusak sehingga mereka lebih cenderung menanam padi.

 

“Untuk keuntunganya bisa mencapai dua kali lipat dibanding padi, ya tergantung nasib juga,” katanya.

 

Untuk harga jual daun tembakau sendiri hanya sekitar Rp 5 ribu per kilogram. Sedangkan bagi anggota kelompok tani yang memiliki alat cincang dan lainya mereka lebih memilih menjual dengan kondisi rajangan kering dengan harga sekitar Rp 80 ribu per kilogram.

 

“Tergantung dari petani masing-masing (menjualnya, red), tetapi satu kuintal daun tembakau hanya menjadi sekitar 15 kilogram rajang kering saja,” katanya.

 

Menurut informasi yang beredar baru di wilayah tersebut saja kelompok tani di Kabupaten Cilacap yang menanam tembakau dan sudah berlangsung cukup lama. Untuk tanam sendiri direncanakan pada sekitar bulan Juni dan akan panen pada bulan Agustus mendatang. Di dalam Kelompok Tani Sri Lestari ada sekitar 25 orang yang biasa menanam tembakau dengan luasan sekitar 10 hektare sawah.

 

“Untuk benih ada bantuan dari Muntilan, Kabupaten Magelang, yang disalurkan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Maos, kita tinggal ambil saja,” katanya.