BANYUMAS, SATELITPOST-Polres Banyumas berhasil membongkar kasus mutilasi yang menggegerkan Tambak, Kabupaten Banyumas. Pelaku mutilasi yakni berinisial DP (37) warga Gumelem, Banjarnegara. Adapun korban mutilasi adalah wanita asal Bandung berinisial KW yang berusia 51 tahun.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK mengatakan, pelaku ditangkap pada Kamis (11/7) pukul 18.30 WIB di Purwokerto. Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa ke tempat kejadian perkara (TKP) ditemukannya tulang-tulang korban mutilasi. Terduga pelaku melakukan aksinya sendirian.

Selama dua bulan belakangan, DP menjalin asmara dengan KW. KW adalah seorang wanita dari Bandung yang berusia 51 tahun. Hubungan keduanya terjalin pertama kali melalui sosial media. Asmara yang makin mendalam membuat KW meminta terduga pelaku menikahinya. Atas permintaan KW tersebut, pelaku menolaknya. Sebab, pelaku sudah memiliki anak dan istri. Kemudian, pelaku memutuskan untuk menghabisi nyawa KW.

“Lokasi pembunuhan di Puncak, Bogor. Pelaku menggunakan parang untuk membunuh korban dan ada luka cukup besar pada tengkorak bagian belakang korban. Setelah dibunuh, jasad KW dimasukkan ke mobil untuk kemudian menuju ke Kebumen. Pemutilasian dilakukan dalam perjalanan Bogor menuju Kebumen, Senin (11/7) dinihari. Mobil sesekali dihentikan ketika pelaku memutilasi korban,” ujar Kapolres saat olah TKP di Jalan Sempor-Ketileng, Kebumen, Kamis (11/7).

Pelaku kemudian membakar sebagian tubuh korban pada gorong-gorong tak jauh dari Jalan Sempor-Ketileng. Tubuh korban dibakar bersama ban mobil. Sehingga, dagingnya pun tak tersisa. Setelah melakukan pembakaran sebagian tubuh korban Kebumen, pelaku membawa sebagian tubuh korban lainnya ke Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Di Tambak, pelaku kembali membakar sebagian tubuh korban lainnya. “Jadi potongan tubuh di Tambak itu adalah TKP yang kedua,” kata Kapolres.
Setelah melakukan pembunuhan pelaku menjual mobil yang digunakan untuk membawa korban. Diketahui, mobil tersebut adalah milik korban. “Mobil dijual di Purwokerto,” ujar Kapolres. Kapolres mengatakan, potongan tubuh korban dikirim ke Jakarta untuk proses lebih lanjut. Sementara, keluarga korban yang ada di Bandung sudah diberi tahu.

Seperti diketahui, warga Dusun Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas digegerkan dengan penemuan potongan tubuh manusia di sebuah selokan kawasan setempat, Senin (8/7). Potongan tubuh tersebut berupa kepala, lutut , dan telapak tangan manusia dalam kondisi sudah terbakar bersama tumpukan sampah.

Informasi yang dihimpun, penemuan potongan tubuh manusia tersebut pertama kali diketahui oleh seorang anak lelaki berumur 12 tahun sekitar pukul 16.30 WIB di selokan yang berada di RT 08 RW 03 Desa Watuagung. Bocah tersebut kemudian memberitahukan kepada warga.

Warga yang diberitahu kemudian melakukan pengecekan dan ternyata didapati daging yang terbakar tersebut ternyata potongan kepala, potongan kaki, dan telapak tangan manusia. Temuan langsung dilaporkan ke polsek setempat.

Seorang saksi, Pariman (45) mengatakan, saat ditemukan kondisi potongan tubuh masih berasap. “Baunya sangat menyengat, kondisinya sudah menyatu dengan dengan abu. Tapi masih jelas kalau itu potongan tubuh berupa kepala, lutut, dan telapak tangan,” katanya.

Awalnya, kata dia, potongan tubuh tersebut diketahui oleh seorang anak yang mencium bau busuk menyengat. Ia mengira potongan daging yang terbakar itu adalah bangkai hewan. Namun saat warga mengeceknya ternyata daging yang terbakar tersebut menyerupai bagian tubuh manusia. “Ada beberapa potongan, tangan dan kaki juga beberapa tulang. kondisinya berjejeran, sedangkan potongan kepala agak terpisah dari selokan,” katanya.‎ (sandi@satelitpost.com)