Anggota Polsek Pengadegan kunjungi rumah ibadah Katolik di wilayah Pengadegan, Selasa (13/2).

PURBALINGGA, SATELITPOST-Peristiwa penyerangan rumah ibadah di Jogjakarta beberapa waktu lalu membuat aparat kepolisian meningkatkan kewaspadaan. Tidak terkecuali dengan polisi di Kabupaten Purbalingga. Ke depannya, Polsek Pengadegan akan melakukan penjagaan setiap ada kegiatan di rumah ibadah yang ada di wilayah hukum polsek setempat.

Kapolsek Pengadegan AKP Riyatnadi mengatakan, pihaknya melakukan tatap muka dan koordinasi dengan tokoh agama di rumah ibadah umat Katolik di Dusun Pangilon. Koordinasi dilakukan terkait kegiatan keagamaan yang dilalukan di rumah ibadah tersebut.

“Dari koordinasi diketahui waktu pelaksanaan ibadah rutin di rumah ibadah tersebut. Hal ini untuk menyiapkan personil pengamanan mengantisipasi gangguan keamanan di rumah ibadah,” kata AKP Riyatnadi, Selasa (13/2).

Meskipun berada di perdesaan yang jauh dari pusat kota, namun kerawanan harus tetap diwaspadai. Pengamanan seperti itu dinilai perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi. Setidaknya, jika pun terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, maka bisa meminimalisir adanya korban.

“Pengamanan tetap perlu dilakukan, karena peristiwa kejahatan tidak pandang bulu, bisa di kota, di desa dan kapan saja,” ujarnya.

Polisi juga menyampaikan imbauan lewat pesan Kamtibmas. Diharapkan masyarakat agar saling menjaga toleransi antarpemeluk agama. Hal ini perlu disampaikan agar tidak mudah termakan isu SARA yang dapat menimbulkan perpecahan. “Kami juga sampaikan pesan-pesan Kamtibmas, agar lebih tumbuh rasa toleransi antarumat beragama,” kata dia.

Sementara itu, Siswandi, selaku penanggung jawab rumah ibadah menyampaikan jumlah penganut agama Katolik di Pengadegan ada 25 orang. Dari jumlah tersebut, mereka rutin melaksanakan ibadah di rumah ibadah yang dijaga. “Terima kasih kepada petugas dari Polsek Pengadegan yang telah menyambangi rumah ibadah. Semoga kejadian di luar daerah tidak terjadi di wilayah Pengadegan,” katanya. (min)