DIREKTUR dan rektor perguruan tinggi anggota konsorsium tanggap bencana, foto bersama Profesor Hayashi Takehiro, Vice President Hijiyama University, usai penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan Hijiyama University Jepang di Politeknik Banjarnegara, beberapa waktu lalu.

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Politeknik Banjarnegara (Polibara) menggagas terbentuknya Konsorsium Perguruan Tinggi Kerjasama Pengurangan Risiko Bencana dengan Hijiyama University, Jepang.

Konsorsium itu, beranggotakan tujuh perguruan tinggi meliputi Universitas Negeri Semarang, Universitas Muria Kudus, Universitas Islam Malang, Universitas Yudharta Pasuruan, Politeknik Banjarnegara, Politeknik Harapan Bersama Tegal, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tamansiswa Banjarnegara.

Dalam kegiatan Seminar Kebencanaan 2018 di Politeknik Banjarnegara, dilakukan beberapa penandatanganan kesepakatan oleh sejumlah pihak terkait dengan pihak Hijiyama University termasuk Pemkab Banjarnegara yang diwakili bupati, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPBD, dan Kapolres, Ketua Musyawarah Kerja Kepala SD dan SMP Kabupaten Banjarnegara, serta tujuh perguruan tinggi anggota konsorsium.

Tuswadi, Direktur Politeknik Banjarnegara mengatakan, dengan MoU tersebut pihak Indonesia diberikan kesempatan mengundang para ahli kebencanaan dari Hijiyama University dengan biaya dari pemerintah Jepang untuk memberikan seminar, training, atau workshop demi peningkatan kapasitas institusi dan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana, terutama tanah longsor dan gempa bumi.

“Kami paham betul kebutuhan Kabupaten Banjarnegara mengenai kerentanan terhadap bencana alam. Oleh karena itu, kami telah berjuang mati-matian untuk bisa menjalin kerjasama dengan pihak Jepang untuk kemaslahatan masyarakat Banjarnegara,” katanya.

Profesor Hayashi Takehiro, Vice President Hijiyama University dan Director of Waku Pro Research Centre Hijiyama University, selaku nara sumber dalam seminar, juga memberikan pembelajaran tanggap bencana di hadapan 50 peserta didik SD Negeri 1 Kenteng dan SD Negeri 4 Krandegan Banjarnegara bertempat di Politeknik Banjarnegara.

Kalakhar BPBD Banjarnegara Arief Rahman, menyambut baik niat baik Politeknik Banjarnegara dalam membaca kebutuhan daerah. Sudah selayaknya, pemerintah bersinergi dengan perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam membangun Banjarnegara yang tanggap bencana. (maula@satelitpost.com)