BANYUMAS, SATELITPOST-‎Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani ‎mengikuti prosesi Kirab Boyongan Saka Guru Sipanji di Kabupaten Banyumas, Minggu (10/2/2019) . Sebelum prosesi kirab, kedua pejabat negara ini merasakan air Sumur Mas yang terletak di belakang Pendapa duplikat Sipanji di Kecamatan Banyumas.

Dengan rasa penasaran,‎ Ganjar dan Puan langsung mengambil air dari sumur yang dikeramatkan tersebut. Setelah bertanya khasiat air sumur itu, keduanya meminum air sumur yang diambil menggunakan batok kelapa itu dan menggunakannya untuk cuci muka. “Sing jelas gawe seger, ngelake ilang,” kata Bupati Banyumas Ir Achmad Husein sembari tertawa saat ditanya khasiat air Sumur Mas oleh Gubernur Ganjar.

‎Terkait prosesi Kirab Boyongan Saka Guru Sipanji, menurut Ganjar tradisi itu harus selalu dijaga. Apalagi, dalam kirab tersebut memiliki banyak nilai-nilai filosofis yang tinggi bagi masyarakat Banyumas. Selain mengenang perpindahan pusat pemerintahan dari Banyumas ke Purwokerto, prosesi tersebut juga mencerminkan budaya Indonesia, yakni gotong royong.

“Untuk membangun pemerintahan yang baik, semua masyarakat harus terlibat, kalau orang Banyumas menyebutnya rengosan,” katanya.

Sementara, Puan Maharani yang turut mengikuti kirab dengan mengendarai mobil antik menyapa peserta kirab dan masyarakat yang di sepanjang jalur kirab. “Halo ibu-ibu, halo bapak-bapak dan adik-adik, apa kabar,” kata Puan sembari melambaikan tangan.‎‎

Pelaksanaan tradisi boyongan merupakan bagian dari peringatan hari lahir Kabupaten Banyumas, yang pada 2019 berusia 448 tahun. Dalam prosesi ini ada tiga saka (tiang-red) atau soko dalam bahasa Jawa yang dikirab bersama peralatan lainnya. Tiga tiang yang berfungsi sebagai penyangga utama pendapa itu diarak dari Pendapa Kecamatan Banyumas ke Pendapa Sipanji Purwokerto dengan cara dipikul oleh peserta. (rar)