MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Puan Maharani Memberikan Sejumlah Paket Bantuan Kepada Perwakilan Masyarakat Pada Kunjungan Kerja di Pendopo Sipanji Purwokerto, Sabtu (9/2)
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Puan Maharani Memberikan Sejumlah Paket Bantuan Kepada Perwakilan Masyarakat Pada Kunjungan Kerja di Pendopo Sipanji Purwokerto, Sabtu (9/2)

PURWOKERTO, SATELITPOST- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, menemui warga penerima program BPNT, PKH, Bansos Pangan, KIS, KIP, PMT, PIP, dan masyarakat umum Banyumas di Pendapa Sipanji, Sabtu (9/2).

Dalam kesempatan itu, ia memberikan bantuan sosial kepada warga dan siswa di Banyumas, yang diberikan secara simbolis. Ia menjelaskan bantuan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat melalui berbagai intervensi program dan partisipasi masyarakat.

Menurutnya selama Pemerintahan Presiden Joko Widodo, penyaluran bantuan sosial terus ditingkatkan untuk keluarga miskin dan dilakukan melalui Bansos PKH, Bansos Pangan (BPNT), KIS dan KIP. “Dengan menyalurkan bantuan sosial tersebut diharapkan dapat menurunkan beban masyarakat yang berpendapatan rendah dan meningkatkan daya beli masyarakat,” katanya.

Untuk para siswa, kata dia, program KIP ditujukan untuk menghilangkan hambatan ekonomi siswa untuk bersekolah. Pemerintah juga tetap memperhatikan dan menyalurkan tunjangan pendidikan guru agar meningkatkan kesejahteraan guru.

“Untuk itu saya berharap anak-anak penerimaan KIP terus semangat, rajin belajar dan dapat meraih cita-cita. Saya juga berharap kepada para guru agar dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan pelayanan pendidikan yang semakin bermutu,” katanya.

Saat silaturahmi tersebut Menko PMK  berkesempatan berdialog dengan masyarakat penerima bantuan dan berpesan agar uang yang didapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan digunakan sebagaimana mestinya. “Gunakanlah uang bantuan tersebut untuk kegiatan mandiri atau kegiatan yang dapat menghasilkan atau meningkatkan ekonomi keluarga, misalnya untuk usaha,” katanya.

Bupati Banyumas, Achmad Husein kepada Menko PMK menjelaskan pada tahun 2013 angka kemiskinan di Banyumas 18,44 persen, dan pada  tahun 2018 turun menjadi 13,5 persen. “Penurunan  kemiskinan 5 persen, karena ada bantuan dari pemerintah pusat,” kata Achmad Husein.

Penurunan kemiskinan tersebut merupakan terbesar di Jawa Tengah, kata dia, sedang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyumas adalah 6,35. Angka ini juga menjadikan Banyumas peringkat pertama di Jawa Tengah. (anas@satelitpost.com)