PURBALINGGA, SATELITPOST – Tiga bulan terakhir di tahun 2017 masih menyisakan 23 paket proyek yang menggunakan dana APBD Perubahan. Banyaknya proyek yang belum terlelang ini berpotensi membengkaknya Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SiLPA).

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Purbalingga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan percepatan sehingga poyek yang menjadi tanggungjawabnya bisa segera dilelangkan. “Kalau yang menggunakan APBD Murni sudah terlelang semua, 23 proyek itu menggunakan APBD Perubahan. Diharapkan ini jangan sampai gagal atau tidak terlaksana,” kata Kepala ULP Purbalingga, Yani Sutrisno Udi Nugroho, kemarin.

Tidak terealisasinya proyek pada tahun ini, akan mempengaruhi Silpa. Hal tersebut tentu akan memberikan dampak juga pada keuangan Pemda tahun berikutnya. Sehingga diharapkan, masing-masing OPD yang memiliki proyek bisa melakukan percepatan. “Kami berharap efisiensi Silpa, bukan Silpa dari proyek yang tidak jadi terlaksana. Makanya perlu adanya strategi percepatan dari OPD, namun harus diperhitungkan juga waktu yang cermat. Baik paket kegiatan yang melalui proses lelang di ULP maupun yang bukan agar semuanya dapat selesai sebelum akhir tahun anggaran,” ujarnya.

Dia menambahkan, berdasakan identifikasi Bagian Umum Pengadaan, ULP Setda Purbalingga tercatat ada 23 paket yang berkasnya belum masuk paket kegiatan. Diantaranya yakni dari Dindikbud, Dinporapar, Dinperindag, Dinhub. Sedangkan dari Bagian Umum Setda sedang melaukan penyusunan akhir penataan/rehab rumah dinas wakil bupati.

Paket yang mejadi tanggujawab Dindik yakni dua paket berupa pengadaan mebel SD dan buku perpustakaan SD. DPU PR ada 17 paket yang mayoritas berupa peningkatan atau perbaikan jalan, 1 paket dari ‌Dinporapar yakni pembangunan kios kompleks obyek wisata Goa Lawa. ‌Dinperindag memiliki 1 paket penyempurnaan pasar Bobotsari. Dinhub berupa paket pengadaan dan pemasangan Lampu penerangan Jalan Umum (LPJU).

“Itu hasil identifikasi dari ULP, untuk kejelasannya menunggu berkas yang masuk dari OPD. Kalau penataan/rehab rumah dinas Wakil Bupati kemungkinan sebentar lagi masuk, sudah konsultasi dengan ULP,” kata Yani.

Yani menambahkan satu paket kegiatan dari Bapelitbangda sedang dalam persiapan lelang. Paket itu berupa persiapan pengadaan jasa pihak ketiga penyelenggaraan Purbalingga Expo. Sementara itu, 8 paket kegiatan sedang dalam proses lelang. “Dari Bapelitbangda sebentar lagi masuk LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik, red) menyusul 8 kegiatan lainnya yang dalam proses lelang,” kata dia. ([email protected])

Komentar

komentar