SEJUMLAH pendaki yang melakukan pendakian dari Pintu Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja pada Minggu (30/12).ISTIMEWA
SEJUMLAH pendaki yang melakukan pendakian dari Pintu Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja pada Minggu (30/12).ISTIMEWA

PURBALINGGA ,SATELITPOST- Gunung Slamet masih menjadi destinasi favorit untuk menghabiskan malam akhir tahun. Tercatat, di akhir tahun 2018 kemarin sebanyak kurang lebih 750 pendaki merayakan pergantian tahun di gunung berketinggian 3.428 m dpl tersebut.

 

“Para pendaki ini mulai membanjiri pos pendakian di Dukuh Bambangan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja sejak Minggu (30/12).” kata Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si kemarin.

 

Menurutnya, para pendaki yang mayoritas muda-mudi tersebut datang dari berbagai kota seperti Bekasi, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Bandung, dan beberapa  kota lainnya di pulau Jawa. Para pendaki ini, lanjut dia, ‎datang secara berombongan mulai dari  2 – 10 orang dan bahkan ada satu rup yang berjumlah  20 orang.

 

“Semua pendaki kami data di pos Bambangan dan setiap ketua kelompok juga kami wajibkan meninggalkan identitas  berupa KTP atau SIM serta nomor kontak. Tujuannya untuk antisipasi atau untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Prayitno.

 

Selain itu, ‎petugas posko Bambangan yang dibantu dari relawan SAR Purbalingga dan relawan Gunung Slamet juga membagikan lembaran informasi berupa jalur pendakian serta tata cara dan larangan selama melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet. Lembar informasi tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para pendaki yang hendak menuju puncak.

 

“Kami bekerja sama dengan SAR dan relawan juga memantau di beberapa pos pendakian, harapannya agar para pendaki ikut menjaga kelestarian hutan dan vegetasi yang ada di Gunung Slamet,” katanya. (rar)