ALUN-alun Purbalingga. DOK SATELITPOST

PURBALINGGA, SATELITPOST  – Bulan depan kawasan Alun-alun akan steril dari pedagang kaki lima (PKL). Mereka dan ratusan PKL lain yang jualan di Jl Piere Tendean, Stadion Goentoer Darjono akan dipindah. Para PKL akan menempati lapak baru di kawasan Purbalingga Food Center, yang berada di selatan Gor Goentoer Darjono.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga, Johan Arifin, mengatakan bahwa pembangunan kawasan Food Center sudah bisa ditempati. Sehingga, ratusan PKL nanti akan dipindah ke tempat tersebut.“Ada 346 PKL, yang terdiri dari beberapa lokasi. Masing-masing PKL kawasan Alun-alun, PKL di Jl Piere Tendean, Stadion Goentoer Darjono dan sekitar Sungai Keramasan,” kata Johan, kemarin.

Pemindahan ini, lanjut Johan, sudah beberapa kali disosialisasikan kepada PKL, terakhir pada Sabtu (23/11) kembali di pertemukan.  Kali itu, para PKL dengan Dinperindag bahkan kumpul di kawasan Purbalingga Food Center.”Rencananya tanggal 19 Desember mendatang, Alhamdulillah, kawan-kawan PKL menyatakan kesiapannya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, lokasi baru untuk PKL dibangun yang lebih representatif. Mengenai konsep tempat, lapak-lapak PKL akan dibuat los-losan, artinya bukan dalam bentuk kios. Bagian yang lesehan juga tetap akan disediakan. Sedangkan ukuran masing-masing lapak, akan disesuaikan dengan barang dagangannya.

Dari APBD 2019 disiapkan lebh dari 40 unit tenda yang nantinya akan melengkapi sarana perdagangan di kawasan Purbalingga Food Center. Saat ini juga sedang diupayakan untuk mendapatkan bantuan tenda dagang dsri Kememdag.”Kami tidak sekadar memindah PKL saja. Tapi juga ada pemberdayaan,” ujarnya.

Johan menambahkan, di tahun 2020 juga telah dialokasikan anggaran 2,5 milar pada DPA Dinperindag. Belum lagi berbagai program pendukung lainnya di OPD terkait.”Mudah-mudahan program pemindahan PKL dan juga revitalisasi alun-alun ini, di samping akan  mampu mewujudkan alun-alun sebagai ruang publik yang lebih nyaman, bersih, asri dan tertib, juga akan mampu meningkatkan kualitas usaha PKL sebagai bagian dari usaha ekonomi mikro di Kabupaten Purbalingga,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Kabupaten Purbalingga, Suharno mengatakan, sejak awal wacana pemindahan PKL alun-alun dan Jl Piere Tendean, pihaknya tidak mempermasalahkan. Selama di lokasi yang baru adalah pusat keramaian. Sehingga PKL tetap bisa berjualan mendapatkan rezeki. “Kami siap, mau dipindahkan kapan pun oleh pemerintah. Tidak ada masalah,” kata Suharno. (min)