KEPALA Dinkop dan UKM Purbalingga Budi Susetyono (tengah) didampingi Owner Semart H Rofik Hananto (kanan) dan istri Hj Fidhoh Treeyati (kiri) menggunting pita sebagai simbolisasi dibukanya Semart,Kamis (11/4).

PURBALINGGA, SATELITPOST – Satu lagi, gerai pusat oleh-oleh di Purbalingga telah resmi di buka, Kamis (11/4). Semar UKM Mart (Semart) yang beralamat di Jalan Letnan Sudani, Gemuruh, Padamara menyediakan produk khas Purbalingga. Diharapkan, dengan adanya Semart bisa lebih mendorong kemajuan bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) di kota Perwira. Pasalnya, beragam produk yang ditawarkan merupakan produk Purbalingga.

 

Owner Semart H Rofik Hananto menyampaikan, Purbalingga semakin menunjukkan perkembangannya di sektor pariwisata. Dia menilai Purbalingga sangat mungkin untuk maju, karena memiliki beragam potensi untuk dikembangkan. Seperti sektor wisata, sampai saat upaya pemkab terus menunjukkan hasilnya.

“Daerah yang terus berkembang akan terus menunjukkan citra diri. Purbalingga saya yakin akan menjadi destinasi kunjungan orang-orang,” kata Rofik, saat peresmian Semart, Kamis(11/4).

 

Diharapkan, semakin majunya Purbalingga akan memberikan dampak positif bagi masyarakatnya. Terlebih, pada sektor wisata, yang memberikan multiplier effect. Satu di antaranya yang akan mendukung dunia wisata adalah sektor UKM. “Ketika daerah sudah terkenal, jangan sampai kita (warga lokal, red) jadi penonton saja,” ujarnya.

Oleh karena itu, hadirnya Semart diharapkan bisa membantu para pelaku UMK yang ada. Pasalnya, di Semart menampung produk-produk UMK lokal Purbalingga, untuk menjadikan oleh-oleh wisatawan yang hadir di kota itu. “Kami menampung produk-produk lokal Purbalingga,” ujarnya.

 

Rofik menambahkan, era saat ini, arus dunia usaha akan mengalir pada sektor bawah. Dimana desa-desa sangat mungkin untuk mengenalkan produknya ke dunia luar. Sehingga, masyarakat desa diharapkan bisa membaca peluang tersebut.

 

“Industri baru ini, arus ekonomi akan mengalir ke bawah, dalam hal ini desa. Sudah terlihat saat ini, banyak tumbuh berkembang wisata desa, tentu masyarakat akan mengalami dampaknya, dan itu adalah peluang,” kata dia.

Lebih lanjut memastikan, produk yang ada di Semart akan dikenal lebih luas. Pasalnya, dari PT HEW ada program factory visit. Dimana pesertanya merupakan seluruh agen produk HMI di seluruh Indonesia. Nantinya, ketika berkunjung ke di PT Herba Emas Wahidatama (HEW), di Jl Gerilya Kelurahan Kalikabong mereka akan diarahkan ke pusat oleh-oleh Semart.

“Kami ada program factory visit, dimana itu pesertanya terdiri dari berbagai daerah di Indonesia, dan akan kami arahkan ke sini untuk belanja oleh-oleh,” kata Rofik.

Sementara itu, Hj Fidhoh Treeyati, istri Rofik yang akan mengelola Semart menyampaikan, bahwa era saat ini, kaum ibu juga perlu kreatif. Meskipun bukan sebagai wanita karier yang bekerja di kantoran, mereka bisa menambah penghasilan keluarga hanya dari rumah. Hal itu sudah banyak buktinya di berbagai daerah.

 

Fidhoh menyampaikan, banyak kaum ibu dan perempuan yang memiliki potensi. Misalnya, kemampuan untuk membuat produk makanan, kerajinan, dan sampai pernak-pernik asesoris fesyen. Hanya saja, sampai saat ini, kebanyakan dari mereka belum optimal dalam hal pemasaran.

 

“Oleh karena itu perlu kita dorong dan dampingi. Seperti soal packing dan pemasaran, karena sebenarnya emak-emak memiliki potensi,” kata Fidhoh.

 

Perlu diketahui, pusat oleh-oleh Semart ini diurus sepenuhnya oleh emak-emak. Beragam produk yang ditawarkan mulai dari produk makanan, kopi khas Purbalingga, hiasan, sepatu, tas, sampai fesyen.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Purbalingga, Budi Susetyono yang hadir langsung untuk meresmikan, menyampaikan pihaknya konsen dengan sertifikat halal. Sehingga konsumen akan terjamin dan terproteksi akan produk halal. Dia menyampaikan terima kasih dibukanya gerai oleh-oleh Semart ini, karena akan membantu pelaku UMKM di Purbalingga. Dia berharap pelaku UMKM Purbalingga tak kesusahan memasarkan produknya karena telah terpusat pada tempat itu.

 

“Semoga pelaku UMKM akan lebih berdaya dan tak susah memasarkan produknya karena disinilah mereka bisa memasarkan produknya,” katanya. (adv)