BUPATI Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon, bersalaman dengan calhaj pada pelepasan jemaah haji di Pendapa Dipokusumo, Kamis (18/7/2019).ISTIMEWA
BUPATI Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon, bersalaman dengan calhaj pada pelepasan jemaah haji di Pendapa Dipokusumo, Kamis (18/7/2019).ISTIMEWA

PURBALINGGA, SATELITPOST-Calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Purbalingga dibebaskan dari biaya transportasi dan akomodasi. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemkab Purbalingga. Sebanyak 582 calhaj Purbalingga terbagi menjadi empat kloter dan mulai diberangkatkan ke asrama Haji Donohudan Solo, Jumat (26/7/2019).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Purbalingga, R Imam Wahyudi, selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Kabupaten Purbalingga tahun 1440 H/2019, pemberangkatan menggunakan bus menuju asrama haji. Menurutnya, program ini merupakan kebijakan bupati untuk memudahkan para jemaah.

“Kalau di kabupaten lain masih harus bayar dan ibu bupati juga memfasilitasi identitas berupa jaket bagi para jemaah haji Purbalingga cuma-cuma,” kata Imam saat pelepasan calhaj Kabupaten Purbalingga di Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Kamis (18/7/2019).

Jemaah calon haji terbagi menjadi 4 kloter. Kloter 70 sebanyak 49 jamaah calon haji dan 1 TPHD/TKHD bergabung dengan Kabupaten Banyumas. Berikutnya kloter 71 sebanyak 352 jamaah calon haji dan 3 orang TPHD/TKHD, kloter 72 sebanyak 171 jamaah calon haji dan 3 orang TPHD/TKHD bergabung dengan Kabupaten Banjarnegara dan kloter 96 sebanyak 3 jamaah calon haji yang merupakan gabungan jamah calon haji Jawa Tengah.

Kloter 70 masuk Asrama Haji Donohudan hari Jumat  26 Juli 2019 pukul 14.00 WIB dan diberangkatkan ke Arab Saudi pada hari Sabtu 27 Juli 2019 pukul 15.10  WIB dan tiba di Jeddah Sabtu 27 Juli 2019 pukul 21.20 WAS (Waktu Arab Saudi) sampai kembali ke Tanah Air/ Debarkasi SOC pada tanggal 08  September 2019 pukul 01.05 WIB.

Kemudian kloter 71 masuk Asrama Haji Donohudan Solo pada hari Jumat 26 Juli 2019 pukul 16.00 WIB. Diberangkatkan ke Arab Saudi hari Sabtu 27 Juli 2019 pukul 16.40 WIB dan tiba di Jeddah pada Sabtu 28 Juli 2019 pukul 00.40 WAS sampai kembali ke Tanah  Air/Debarkasi SOC pada tanggal 8 September 2019 pada Pukul 05.35 WIB.

Selanjutnya kloter 72 masuk Asrama Haji Donohudan Solo Hari Sabtu 27 Juli 2019 pukul 13.00 WIB dan diberangkatkan ke Arab Saudi hari Minggu 28 Juli 2019 pukul 21.00 WIB dan tiba di Jeddah pada hari Minggu 28 Juli 2019 pukul 21.00 WAS dan sampai kembali ke Tanah Air/Debarkasi SOC pada tanggal 8 September 2019 pukul 21.15 WIB.

Sedangkan kloter 96 masuk Asrama Haji Donohudan Solo pada hari Minggu 4 Agustus 2019 pukul 06.00 WIB dan diberangkatkan ke Saudi Arabia hari Minggu 5 Agustus 2019 pukul 06.10 WIB, tiba di Jeddah tanggal 5 Agustus 2019 pukul 12.20 WAS dan tiba kembali ke tanah air/Debarkasi SOC pada tanggal 15 September 2019 pukul 16.25 WIB.

Imam menambahkan, rencana pemberangkatan dari Kabupaten Purbalingga untuk kloter 70 pada Jumat 26 Juli 2019 berkumpul di Pendapa Dipokusumo pukul 03.30 WIB dan diberangkatkan pukul 04.00 WIB dengan rencana rute lewat jalur utara /Tol Pemalang.

Kloter 71 hari Jumat juga, tapi pukul 04.00 WIB dan diberangkatkan pukul 05.00 WIB dengan rute lewat jalur selatan/Kebumen. Kloter 72 pada Sabtu 27 Juli 2019 berkumpul pukul 05.00 WIB dan diberangkatkan pukul 06.00 WIB dengan rute lewat jalur selatan/Kebumen dan untuk kloter 96 pada hari Sabtu 3 Agustus 2019, berkumpul pukul 22.30 WIB dan diberangkatkan pukul 23.00 WIB lewat jalur utara/Tol Pemalang.

Sementara itu, Tiwi menyampaikan fasilitas tersebut merupakan wujud kepedulian Pemkab Purbalingga terhadap jemaah calhaj asal Kabupaten Purbalingga. Tak hanya berupa pembebasan biaya bus dan akomodasi, Pemkab Purbalingga dan Kemenag Purbalingga membantu memfasilitasi pengurusan pasport bagi calhaj. Awalnya, para jamaah mengurus passport harus pergi ke kantor imigrasi minimal di Cilacap namun kini para Calhaj bisa mengurus itu hanya dengan datang ke kantor Kemenag Purbalingga. “Kami juga membantu pengurusan pasport agar lebih dekat sehingga bapak ibu calhaj cukup datang ke kantor Kemenag Purbalingga,” ujarnya.

Tiwi berharap, ketika berada di tanah suci para jamaah harus senantiasa tolong menolong. Saling membantu satu sama lain agar keselamatan jamaah Purbalingga tetap terjaga hingga pulang nanti. Selain itu, diharapkan juga agar menjaga nama baik Purbalingga, Jawa Tengah dan Indonesia. Para jamaah juga diimbau agar mematuhi petugas haji yang mendampingi dan jangan segan untuk bertanya agar tidak terjadi kesalahan pada saat pelaksanaan ibadah haji.

“Jangan malu bertanya nggih kepada para petugas agar nanti semua lancer dan tidak tersesat di sana,” ujarnya.

Salah satu calhaj asal Purbalingga, Nurhamid mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab Purbalingga yang telah memberikan banyak kemudahan pada jamaah calhaj. Ia mewakili jamaah lain memohon pamit dan doa kepada Bupati Tiwi serta meminta restu agar mereka digelari haji yang mabrur dan mabruroh ketika pulang ke Purbalingga. Dia juga akan mendoakan di tanah suci untuk kemakmuran dan keselamatan Kabupaten Purbalingga agar terhindar dari bencana.

“Terima kasih kami ucapkan kepada ibu Bupati yang telah memberi banyak kemudahan kepada kami dan kami nanti di sana akan mendoakan Purbalingga menjadi daerah yang Baldatun Thoyibatun wa Robbun Ghofur,” katanya. (min)