PURBALINGGA, SATELITPOST – Jembatan penghubung dua kabupaten, Kedunglegok Kemangkon Purbalingga dan Dermasari, Banjarnegara dipastikan bisa selesai akhir tahun ini. Menjadi lalu lintas antar kabupaten, ke depan jalan desa tersebut akan naik status menjadi jalan kabupaten. Diharapkan, adanya jembatan tersebut bisa memberikan dampak pada perekonomian warga.

Alhamdulillah, di bulan Desember ini insya allah bisa selesai 100 persen, nanti jadi menghubungkan Purbalingga-Banjarnegara,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, saat meninjau lokasi proyek, Selasa (3/12).

Disampaikan Tiwi, selama ini banyak masyarakat dari Banjarnegara ke Purbalingga. Di antaranya adalah masyarakat yang menuju ke Pasar Panican, dan sekolah di daerah Kemangkon. Jadi adanya jembatan ini bisa membantu memperlancar pada peningkatan perekonomian. “Ketika jembatan ini selesai dibangun, menjadi akses juga menuju bandara. Kami harapkan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan meningkatkan perekonomian juga,” ujarnya.

Dia menambahkan, dengan jadinya jembatan antar kabupaten, maka kedepan status jalan desa juga akan naik menjadi jalan kabupaten. Tentunya, akan dilakukan pelebaran juga, secara bertahap. (min)

Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya jembatan penghubung dua kabupaten akan terealisasi 2019. Jembatan akan dibangun di wilayah Desa Kedunglegok Kecamatan Kemangkon Purbalingga dan Dermasari Kecamatan Susukan Banjarnegara. Pembangunan jembatan menggunakan dana bantuan APBD Provinsi Jateng tahun anggaran 2019 sebesar Rp 34 Miliar.

Kepastian pembangun jembatan itu setelah dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan dua kabupaten, Purbalingga dan Banjarnegara, kemarin (14/11). Sesuai rencana, jembatan gantung yang melintang di atas aliran Sungai Serayu itu, memiliki panjang 120 meter dengan lebar sembilan meter.

“Rencana panjang jembatan 120 meter, lebar 9 meter, dibangun dengan anggaran Rp 34 Miliar,” kata Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jawa Tengah, Dodik Srianto, usai Mou dengan Pemkab Purbalingga, kemarin.

Dodik Srianto menyampaikan, kewajiban Pemkab adalah mengurusterkait pembebasan lahan. Hal itu sudah tertuang pada kesepatan yang dilakukan. Sedangkan dari Pemprov adalah menyusun Detail Enginering Design (DED) dan Pembangunan Fisik.

“DED sudah dilaksanakan pada perubahan anggaran tahun 2018. Sekarang dalam proses pembangunan fisik yang sudah memasuki proses pelelangan. Mudah-mudahan pembangunannya segera terealisasi,” katanya.

Sementara itu, Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, menyambut senang realisasi pembangunan jembatan tersebut. Tentunya, adanya jembatan yang menghubungkan dua kabupaten itu semakin mempermudah akses masyarakat. Terlebih, menyusul akan adanya bandara komersil di Purbalingga.

“nanti jajaran terkait diminta untuk mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait,” kata Tiwi.

Disampaikan, bahwa rencana pembbangunan jembatan bagi Pemkab Purbalingga, sebenarnya memprioritaskan jembatan di Desa Kalikajar Kecamatan Kaligondang. Namun, dengan adanya realisasi jembatan Kedunglegok, tentu akan semakin menudukung dibangunnya jembatan Kalikajar.

“Jadi kalau jembatan Kedunglegok – Dermasari ini terealisasi, kita berharap jembatan Kalikajar juga dapat direalisasikan,” ujarnya. (dil)