PURBALINGGA, SATELITPOST – Jelang Pilkada 2020 di Kabupaten Purbalingga, kader PDIP loncat ke Parpol Gerindra. Ken Ragil akan maju menjadi calon wakil bupati melalui Partai Gerindra. Sabtu (8/12) dia datang ke kantor DPC Gerindra, untuk mengambil formulir pendaftaran, sekaligus mendaftarkan diri menjadi kader Gerindra.

 

Ken Ragil mengatakan, dirinya telah mengajukan pengunduran diri dari anggota PDIP pada (23/11). Tanpa menjelaskan secara pasti alasan meninggalkan PDIP, dia langsung bergabung ke Gerindra. Selain menjadi anggota Gerindra, wakil ketua kehormatan DPC PDIP itu juga mencalonkan diri menjadi cawabup melalui Gerindra.

 

“Per tanggal 23 November sudah mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus PDI Perjuangan. Hari ini (7/12) saya datang ke kantor DPC Gerindra dalam rangka pengambilan formulir calon wakil bupati dan mendaftarkan diri menjadi anggota Partai Gerindra,” kata Ken Ragil, Sabtu (7/12).

 

Kabar hengkangnya Ken Ragil dari PDIP tentu menjadi hal yang cukup mengagetkan. Pasalnya dia telah masuk di kepengurusan DPC PDIP Purbalingga sejak 1996. Kontribusi dan pengabdiannya pun tentu telah dilakukan selama menjadi kader PDIP. Pertanyaan besar ketika tiba-tiba meloncat ke parpol lain. Hanya saja, dia enggan membeberkan secara rinci.

 

Ketika disinggung terkait kecilnya kemungkinan turunnya rekomendasi kepada dirinya, dia enggan menjawab. Hanya saja, dia menyampaikan bahwa hal tersebut sudah pernah dibicarakan di internal. “Adalah kondisi yang tidak bisa saya sampaikan, sebetulnya pernah ada rapat yang membahas tentang ini,” ujarnya.

 

Akhirnya, hasil pemikiran panjang dia menjatuhkan pilihan untuk bergabung dengan Gerindra. Pada Pilbup 2020 dia mencalonkan diri menjadi wakil bupati dari gerbong Gerindra. “Sekarang kepengin mengabdi kepada masyarakat secara langsung dengan menjadi wakil bupati, sedangkan kesempatan itu tidak ada disana (DPC PDIP, red),” kata dia.

 

Pilihannya itu pun tidak sembarangan. Berbagai kemungkinan dan peluang sudah dibayangkan. Sehingga mimpi ingin mengabdikan kepada masyarakat dipilih bersama Gerindra. “Kita yakin, Insya Allah dengan bersatu kita kuat dan perubahan Purbalingga akan terwujud,” kata Ken Ragil.

 

Ketua DPC Partai Gerindra Adi Yuwono mengatakan, ini suatu kehormatan adanya putra daerah yang mau menjadi kader Partai Gerindra, sekaligus mendaftar calon wakil bupati dari Gerindra.

 

Mengenai akan diberi jatah posisi apa di Gerindra, Adi Yuwono mengatakan nanti akan ada mekanisme di kepengurusan DPC. Bergabungnya Ken Ragil di Partai Gerindra tentunya akan memberi dampak positif dan memperkuat partai.

 

“Pilkada 2020 kita akan semaksimal mungkin, all out untuk memenangkan. Semua kader tentunya akan bekerja maksimal karena yang kita usung nantinya adalah kader dari Partai Gerindra,” kata Adi.

 

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Purbalingga Bambang Irawan mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti terkait hal itu. Meskipun sudah diserahkan sejak 23 November, dia mengaku belum menerima dan membaca surat pengunduran diri Ken Ragil. “Secara resmi, artinya secara organisasi saya belum membaca suratnya. Kalau mendengar, ya saya mendengar hal itu,” kata Bambang Irawan.

 

Namun, lanjut Bambang, apapun yang telah menjadi keputusannya, dia menghargai pilihan setiap kadernya. Karena perpindahan dari satu partai ke lainnya, merupakan hal yang biasa terjadi dalam politik. “Kami menghargai apa yang menjadi pilihan, ini hal biasa dalam partai politik,” ujarnya.

 

Apakah kepindahan Ken Ragil ke Gerindra mempengaruhi kekuatan PDIP, Bambang tidak bisa memastikan. Baginya, PDIP merupakan partai yang cukup kuat, dengan terbukti masih menjadi parpol pemenang dalam pemilu. “Kalau pengaruh atau engga, itu saya tidak mau mengkotak-kotakan. Karena PDIP bukan punya Bambang Irawan, bukan juga punya pengurus lain,” katanya. (min)