WAKAPOLRES Purbalingga Kompol Sigit didampingi Kasat Reskrim AKP Willy saat gelar perkara judi dadu di Polres Purbalingga, Kamis (1/8/2019).SATELITPOST/AMIN
WAKAPOLRES Purbalingga Kompol Sigit didampingi Kasat Reskrim AKP Willy saat gelar perkara judi dadu di Polres Purbalingga, Kamis (1/8/2019).SATELITPOST/AMIN

PURBALINGGA, SATELITPOST–Satuan Reskrim Polres Purbalingga mengamankan 14 orang tersangka judi dadu, di Desa Rajawana, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Senin (29/7/2019). Satu di antaranya merupakan kepala desa (kades) yakni Suwanto (48) dan satu perangkat desa kepala dusun (kadus) yakni Dodi Hermawan. Saat ini, para tersangka sudah mendekam di ruang tahanan Polres Purbalingga.

Waka Polres Purbalingga Kompol Sigit Martanto mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 16.00 wib. Terungkapnya aktivitas perjudian itu berawal dari laporan masyarakat. Bahwa di sebuah ruko lantai dua, sering menggelar judi dadu. Setelah dilakukan pengintaian dan terbukti. Akhirnya Sat reskrim Purbalingga melakukan penggrebekan di lokasi.

“Penggrebekan dilakukan sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB di sebuah ruko, ada 17 orang yang berada di lokasi saat itu, tapi tiga tidak ikut, jadi yang diamankan 14 orang,” kata Kompol Sigit, didampingi Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto, saat gelar kasus di Mapolres Purbalingga, Kamis (1/8/2019).

Sejumlah 14 tersangka yang diamankan, satu bandar yakni Idris Sasmita (47) warga Rajawana. Tiga orang warga Rembang masing-masing Aksin (45), Waluyo (40), dan Bambang. Warga Karangmoncol yang terlibat yakni Wandi (40), Sohidin (37), Dodi Hermawan (27), Carsono (35), Samino (45), Endra efendi (33), Anggit (35), dan satu warga Karanganyar yakni Bowo (30).

Saat penggrebekan, mereka sedang menggelar judi di sebuah ruko kosong. Polisi langsung dan mengamankan para tersangka beserta barang bukti. “Itu ada di lantai dua ruko kosong. Barang bukti yang diamankan perlengkapan jdi dadu sepeti tikar, batok, dadu, kartu remi, dan uang Rp 2.120.000,” katanya.

Suwanto mengaku, pada judi itu dia hanya ikut pasang pinggiran atau nyatut. Dia mengaku, saat itu belum mulai ikut main. Sedangkan uang modal yang dia bawa masih utuh. “Saya ikut yang pinggiran, itu uang belum digunakan,” ujar Suswanto.

Sedangkan Idris mengaku, dia belum lama menggelar judi dadu di tempat itu. Pasalnya, dia baru saja pulang dari merantau di luar Jawa. Menjadi bandar judi juga tidak menjadi mata pencahariannya. “Belum lama, saya kan baru pulang dari merantau,” kata Idris.

Saat ini para tersangka sudah ditahan di tahanan Polres Purbalingga, guna melakukan penyidikan lebih lanjut. Para tersangka diganjal pasal 303 KUHP dengan ancaman kurungan paling lama 10 tahun penjara. (min)