BUPATI Purbalingga didampingi suami foto bersama para pimpinan ponpes di Purbalingga, usai acara Silaturahmi dengan Pimpinan Ponpes, di Ponpes Darul Abror, Keungjati, Bukateja, Kemarin. ISTIMEWA

PURBALINGGA, SATELITPOST  – Kalangan kiai di Kabupaten Purbalingga menudukung Bupati Tiwi mencalonkan diri sebagai bupati pada Pilkada 2020 mendatang. Dukungan penuh siap dilakukan dengan catatan menggandeng wakil dari kiai juga. Hal tersebut disuarakan pada saat kegiatan Silaturahmi Bupati Dyah Hayuning Pratiwi bersama para pimpinan Ponpores se Purbalingga, Selasa (4/12).

Kordinator Acara, Amin Muakhor menyampaikan, dari kalangan kyai memiliki harapan adanya koalisi seperti pada di level atas. Antara Jokowi-Amir Ma’ruf, di Jateng ada Ganjar Pranowo-Gus Yasin. Sedangakan di Purbalingga pada Pilkada 2020 diharapkan bisa dilanjutkan dari Tiwi-Gus Ulil Archam.

“Di Purbalingga diharapkan adanya semacam Nasionalis-Nahdiyin, dan masyarakat berbarengan mendukug Tiwi dengan Gus Ulil,” kata Amin, usai acara Silaturahmi Kyai Se Kabupaten Purbalingga, Ponpes Darul Abror Kedungjati, Kecamatan Bukateja  Pimpinan Abror Musodik, Selasa (4/12) sore.

Menurutnya, Gus Ulil merupakan sosok yang ideal dan pantas untuk dicalonkan sebagai wakil Bupati. Saat ini, Gus Ulil menjabat sebagai Wakil sekjen  PP GP Ansor, Wakil Ketua PCNU Purbalingga. “Beliau luar biasa, merangkak dari bawah dan sudah sampai pusat. Secara akar rumput yang kuat.  Kami kira belum punya wacana lain (Selain Gus Ulil, red),” ujarnya.

Menganai adanya sosok lain yang muncul, dan melalui berbagai parpol, para kiai tidak mempersoalkan. Hal itu dinilai menjadi hal yang sangat wajar, mengingat NU saat ini dilirik oleh berbagai pihak. “NU itu fleksibel, perbedaan suatu keniscayaan, NU sekarang dipinang dimana mana, itulah keanekagaman.  Antara agama dan kekauasaan adalah saudara kembar yang tidak bisa dipisahkan, agama kalau didukung dengan kekuasaan akan menjadi kuat, kekuasaan ketika didukung agama maka akan menjadi kekal,” kata Amin.

Pada acara yang dihadiri oleh 30 Pimpinan Ponpes itu juga dibicarakan mengenai tindak lanjut dari kebijakan pusat. Dimana rancangan Undang-undang Pondok Pesantren sudah disahkan. Diharapkan Bupati Purbalingga bisa menindaklanjuti di daerah.

“Kami merasa punya tanggung jawab besar untuk berpartisipasi mewujudkan visi dan misi Kabupaten Purbaligga. Memberikan masukan kepada bupati untuk menjalin bersama ponpres, apalagi setelah disahkan RUU Pondpres oleh Presiden itu tentunya perhatian besar dari pemerintah, kemudian ditindaklanjuti oleh pemkab,” katanya.

Sementara itu, menanggapi pernyataan dukungan d ari kiai itu, Tiwi menyampaikan bahwa akan mengkomunikasikan dengan pimpinan partai. Dia menyadari bahwa itu menjadi kapasitas para pimpinan partai.

“Saya sebagai bagian kader partai ya memang bukan kapasitas saya menentukan calon wakil bupatinya. Karena di dalam struktural partai saya hanya sebagai kader. Tapi apa yang dihasilkan pada kesempatan ini akan kami sampaikan ke pimpinan partai untuk bisa menjadi bahan pertimbangan,” kata Tiwi.

Meskipun sudah ada niat kuat untuk kembali maju mencalonkan pada Pilkada 2020, tapi Tiwi belum menentukan kapan akan resmi mendaftarkan diri. Tetapi, mengenai komunikasi dengan sejumlah parpol, dia akui sudah melakukan komunikasi.

“Mengenai kapan mendaftar masih rahasia, komunikasi dengan parpol, karena saya sebagai bupati, selaku pembina parpol yang sudah barang tentu menjalin komunikasi itu, artinya parpol ya cukup baik, kami (Parpol, red) sama-sama bekomitmen untuk pesta demokrasi pilbup di Purbalingga berjalan aman lancar dan kondusif,” kata dia. (min)