PETUGAS BPBD Purbalingga mengisi jeriken dan ember bersama warga, beberapa waktu lalu. Kekeringan berkepanjangan membuat krisis air bersih meluas ke 11 kecamatan.SATELITPOST/AMIN
PETUGAS BPBD Purbalingga mengisi jeriken dan ember bersama warga, beberapa waktu lalu. Kekeringan berkepanjangan membuat krisis air bersih meluas ke 11 kecamatan.SATELITPOST/AMIN

PURBALINGGA, SATELITPOST-Musim kemarau terus berulang. Begitu juga bencana kekeringan yang selalu mengikuti musim kemarau. Meski menjadi siklus tahunan, namun tidak ada solusi jangka panjang untuk permasalahan krisis air bersih di desa-desa.

Hujan yang belum kunjung turun, menjadikan krisis air di Kabupaten Purbalingga semakin luas. Berdasarkan pada data yang ada, krisis air sudah melanda 11 kecamatan. Sampai saat ini, setidaknya 246 tangki air didistribusikan ke masyarakat.

“Selama musim kemarau, BPBD sudah melakukan dropping air bersih sebanyak 1.167.000 liter air,” kata Plt Kepala BPBD Purbalingga, Heni Rusiyanti, Rabu (17/7/2019).

Permintaan dropping air bersih saat ini tersebar hampir merata di 11 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Pengadegan, Karangmoncol, Kutasari, Karanganyar, Kaligondang, dan Kecamatan Mrebet. “Setidaknya, ada 1.315 KK atau 4.915 jiwa masyarakat yang terdampak kekeringan yang tersebar di 30 desa,” katanya.

Dari data yang tercatat, Kecamatan Karanganyar menjadi daerah paling parah terdampak kekeringan. Hal itu didasarkan pada jumlah distribusi air bersih paling banyak, yaitu mencapai 61 tangki. Distribusi air bersih meliputi Desa Jambudesa 18 tangki, Desa Karanganyar 17 tangki, Desa Kalijaran 4 tangki, Desa Banjarkerta 13 tangki, Desa Karanggedang 5 tangki serta Desa Maribaya  4 tangki. Kecamatan Kemangkon sebanyak 5 tangki hanya untuk Desa Kedungbenda.

Berikutnya Kecamatan Kutasari sebanyak 44 tangki. Rinciannya, Desa Karangcegak 10 tangki, Desa Karangjengkol 11 tangki, Desa Candiwulan 14 tangki, Desa  Candinata 9 tangki. Kecamatan Kejobong mendapatkan 24 tangki untuk Desa Bandingan 18 tangki, Desa Timbang sebanyak 6 tangki. “Tahun 2018 telah dikirimkan 3.018 tangki untuk 15 kecamatan, 75 desa, 6.781 desa dan 25.599 jiwa,” katanya. (min)