KEPALA DPU-PR Purbalingga Setyadi dan Kepala Dinkominfo Trigunawan meninjau lokasi trotoar miring di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (7/12).SATELITPOST/AMIN WAHYUDI

PURBALINGGA, SATELITPOST-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), Ir Setyadi agaknya akan menarik pernyataannya terkait tidak adanya rencana penggantian keramik licin di trotoar Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan MT Haryono yang dihujat banyak pihak.

Beberapa hari terakhir, ia meninjau lokasi yang dikeluhkan warga dan bersama rekanan pengerja proyek mulai mengganti keramik. Hanya saja, penggantian ini masih dilakukan secara parsial. Yakni, hanya di titik-titik miring saja.

Kepala DPU-PR Kabupaten Purbalingga Ir Setyadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan penggantian keramik di sejumlah titik, terutama di bagian yang miring. Keramik yang digunakan adalah keramik anti selip berwarna hitam. Hal itu, dilakukan agar pejalan kaki tidak terpeleset ketika melewati trotoar, terutama di bagian yang miring.

Penggantian belum dilakukan di semua bagian miring. Menurutnya, hal ini dikarenakan penggantian tersebut terkendala keterbatasan material. “Kami terkendala material keramik. Di toko jumlahnya terbatas. Jadi, baru beberapa bagian saja yang kami ganti,” kata dia.

Penggantian juga baru dilakukan di trotoar Jalan Jenderal Soedirman. “Bertahap, setelah selesai di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman. Trotoar baru lainnya di Jalan MT Haryono dan Jalan Ahmad Yani, juga akan kami ganti di sisi bagian yang miring,” ujar dia.

Dia menegaskan, pihaknya tak tinggal diam saja ketika muncul keluhan masyarakat terkait licinnya keramik trotoar baru. “Perlu diketahui juga oleh masyarakat, kami tidak bisa langsung mengganti. Sebab, ada mekanismenya. Tapi kami berkomitmen, untuk mengakomodir keluhan masyarakat,” kata dia.

Pernyataan ini sedikit berbeda dengan pernyataannya beberapa waktu lalu. Menurutnya, meski sudah membuat banyak orang terjatuh, dinas terkait tetap enggan melakukan penggantian keramik. Mereka beralasan, trotoar tersebut merupakan proyek yang baru selesai dan tidak mungkin diganti.

“Tidak mungkin diganti, itu barang baru dan masih dalam masa pemeliharaan,” kata dia.

Dia juga mengatakan, aspirasi publik akan selalu didengar pemerintah, hanya saja, realisasi tidak bisa dilakukan serta merta. “Aspirasi itu kan tidak langsung ditanggapi. Kalau setiap ada keluhan kita bongkar, nanti setelah dibongkar ada yang komplain, masa kita bongkar lagi. Pembangunan itu pasti ada plus minus,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, perkara keramik ini sudah menjadi masalah selama berbulan-bulan. Puluhan orang sudah terpeleset dan terjatuh di keramik cantik hasil proyek yang diinisiasi Pemkab Purbalingga tersebut. Satu dari sekian puluh orang tersebut bahkan mengalami patah tulang gegar terjatuh.(min)

Komentar

komentar

BAGIKAN