Licin, Keramik Trotoar di Jalan MT Haryono Purbalingga Diganti

PURBALINGGA, SATELITPOST – Keramik trotoar di sepanjang jalan MT Haryono, Jenderal Soedirman Barat, dan Ahmad Yani, sudah diganti dengan tekstur yang lebih kasar.  Hal itu dilakukan sebagai respons terhadap keluhan masyarakat yang menganggap permukaan trotoar terlalu licin dan kerap membuat warga terpeleset.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Nugroho Priyo Pratomo menyampaikan, sekitar dua pekan lalu, persoalan keramik licin menjadi buah bibir sosmed. “Sekarang sudah diganti dengan tekstur yang lebih kasar, pada bagian yang miring,” kata Nugroho, kemarin (21/11).

Penggantian keramik hanya dilakukan pada bagian yang miring. Karena sebagian warga terpeleset saat menapakkan kaki dibagikan tersebut. Sedangkan pada bidang rata, keramik tetap menggunakan jenis yang sudah terpasang sejak awal. “Intinya kita sudah ganti keramik dengan yang lebih kasar pada sisi yang miring,” ujarnya.

Penggantian tersebut, lanjut Nugroho tidak menambah anggaran pemkab. Pasalnya, penggantian keramik dengan tekstur yang lebih kasar dilakukan oleh pihak rekanan dan tanpa ada biaya tambahan.

Dia mengakui, pemilihan keramik dengan tekstur seperti yang terpasang, merupakan permintaan dari dinas. Hanya saja, kenyataan di lapangan, setelah dipasang banyak warga yang mengeluh karena licin dan terpeleset.

Sementara itu, publik menilai penggantian keramik di bidang miring saja tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, yang terasa licin tak hanya di bagian miring saja. Bidang rata pun terasa licin saat dilalui.

Seorang warga Bojongsari, Widura menyampaikan, pemilihan keramik untuk trotoar itu kurang pas. Selain licin juga relatif lebih mudah rusak. Apalagi, saat ini terdapat kendaraan yang terparkir di trotoar.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat mengeluh karena keramik trotoar yang licin. Hal tersebut cukup ramai jadi perbincangkan di media sosial. Seperti disebutkan oleh Ahza Alkhalifi.  Pejalan kaki terpeleset di sebelah Bank BTPN, Jl MT Haryono pada Kamis, 16 November lalu. Unggahannya di akun Info Cegatan Purbalingga ramai menuai komentar dari masyarakat hingga saat ini.

Aku wis tau dadi korbane nang ngarep Swalayan Harum kepleset untung reflek. Ora sue wong wadon kepleset juga terus tiba. Akhire nang tukang parkir harum di omongi nek ana wong teka, awas licin,” tulis pemilik akun Rangga di kolom komentar.(pan)