PURBALINGGA, SATELITPOST – Perebutan mahkota Piala Ketua DPRD Purbalingga, antara kesebelasan Mrebet melawan Kutasari berlangsung sangat sengit. Kedua kubu sama kuat dalam mempertahankan pertahanan. Hingga akhirnya, pertandingan uang berlangsung di Stadion Goentoer Dardjono,  dimenangkan oleh Tim Kecamatan Mrebet setelah adu pinalti.

 

Manajer tim Kesebelasan Kutasari mengatakan, meskipun belum menjadi juara pertama, namun prestasi ini sudah sangat disyukuri. Bahkan, pihaknya tidak menyangka bisa sampai tampil di babak final. Oleh karena itu, predikat juara dua ini sudah cukup membanggakan.

 

“Tetap kami syukuri, karena kami juga tidak mengikat bisa sampai final dan juara dua, alhamdulillah,” kata Tarman, usai Pertandingan, Minggu (8/12).

 

Dia menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat Kutasari yang telah memberikan dukungan. Sehingga semangat pemain bisa terus terjaga sampai laga pamungkas. Untuk meningkatkan prestasi di tahun depan, manajemen akan mengevaluasi tim.

 

“Tentunya akan kami jaga prestasi ini, ke depan akan kami lakukan evaluasi. Terimakasih masyarakat yang sudah mensuport, terima kasih para pemain,” katanya.

 

Jawara Ketua DPDR Purbalingga 2019 kali ini adalah tim kecamatan Mrebet. Sementara itu, peringkat ketiga diraih kesebelasan Kecamatan Pengadegan dan Kecamatan Padamara. Piala dan hadiaj juara diserahkan langsung oleh Ketua DPRD HR Bambang Irawan.

 

Hadiah untuk juara pertama  adalah piala dan uang pembinaan sebesar Rp 5 juta. Sedangkan juara kedua mendapatkan piala dan uang tunai Rp 3 juta. Juara III meraih piala dan uang tunai sebesar Rp 2 juta.

 

Dia mengatakan turnamen tersebut digelar secara rutin setiap tahun. Salah satu tujuannya adalah untuk mencari bibit-bibit pemain sepakbola dari Purbalingga. Menurutnya dari turnamen tersebut diketahui bahwa Purbalingga memiliki banyak bibit unggul dan talenta muda pemain sepakbola.

 

“Ini bisa menjadi modal untuk kesebelasan Persibangga milik Kabupaten Purbalingga,” kata Bambang Irawan.

 

Dia mengharapkan keberadaan pemain muda dari masing-masing kecamatan yang tampil di turnamen tersebut nantinya bisa menjadi asset Purbalingga. Persibangga sebagai tim Liga 3 dari Purbalingga tak perlu mencari pemain dari luar daerah. “Karena Purbalingga juga banyak memiliki potensi pemain sepakbola yang diandalkan,” ujarnya. (min)