SRI MULYANI memperlihatkan dua celengan macan yang dibelinya bersama suami pada 17 tahun lalu di rumahnya, Jumat (12/7). Uang hasil tabungan itu digunakannya untuk tambahan biaya daftar haji.TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
SRI MULYANI memperlihatkan dua celengan macan yang dibelinya bersama suami pada 17 tahun lalu di rumahnya, Jumat (12/7). Uang hasil tabungan itu digunakannya untuk tambahan biaya daftar haji.TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI

Pasangan suami istri (pasutri) asal Tasikmadu Kabupaten Karanganyar menabung uang receh di dua celengan macan. Celengan dibeli 17 tahun lalu sebagai tambahan biaya mendaftar haji.

 

Sri Mulyani (52) dan suaminya, Ahmad Muntholib (52) membeli celengan tersebut di pasar malam atau cembengan yang berada di sekitar PG Tasikmadu Karanganyar. Dua celengan macan itu dipecah, dua hari sebelum mendaftar haji di Kantor Kemenag Karanganyar pada Kamis (11/7) lalu.

 

Aksi ini sempat perbincangan di medsos, pasutri itu mendaftar haji  menggunakan  uang  receh pecahan Rp 500 dan Rp 1.000, total sekitar Rp 50 juta. Saat di rumahnya di Dusun Kebonagung Kulon RT 04 RW 06 Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, perempuan dua anak itu mengamini jika ia bersama suaminya mendaftar haji memang menggunakan uang receh.

 

“Kemarin itu bawa ransel, sampai penuh (uang receh). Kan belum dibendel, menghitungnya dibantu calon jemaah haji yang mau daftar. Termasuk juga anak PKL. Uang receh itu dibendel solasi, masing-masing isinya 10 buah,” kata Sri Mulyani saat ditemui di kediamannya, Jumat (12/7) seperti diberitakan Tribun Jateng.

 

Sri menyampaikan, uang receh yang disetorkan guna sebagai tambahan biaya mendaftar haji ke Kantor Kemenag itu nominalnya Rp 2,7 juta. “Saya tidak tahu recehan Rp 1.000 (bagian tengah kuningan gambar kelapa sawit) itu masih laku apa tidak. Jadi saya sisihkan. Waktu itu masih sisa sekitar Rp 200 ribu dan dibawa pulang. Daftar haji masing-masing Rp 25,1 juta,” katanya.

 

 

“Berdua totalnya Rp 51,2 juta. Selain memecah dua celengan macan, uang untuk mendaftar itu sebagian diambilkan dari tabungan yang ada di bank,” kata Sri sambil menggedong cucunya. Seusai dipecah, uang recehan di dalam celengan macan itu ditempatkan pada tampah dan dimasukkan ke dalam plastik. Sehari-hari, Sri menjalani rutinitas sebagai ibu rumah tangga sedangkan sang suami, bekerja di pabrik tekstil di Karanganyar.

 

Secara terpisah Plh Kepala Kantor Kemenag Karanganyar, Wiharso menyampaikan, yang patut diapresiasi itu semangatnya menabung. “Kemarin ke sini bersama suami untuk mendaftar haji. Bawanya (uang receh) pakai ransel,” katanya. (lil)