KETUA DPRD Purbalingga H Tongat menandatangani nota kesepahaman pada sidang paipurna penetapan empat raperda, Kamis (18/7/2019). Satu di antara raperda ini mengatur penyertaan modal untuk BUMD dimana PDAM akan mendapat dana paling besar, Rp 77,8 miliar.ISTIMEWA
KETUA DPRD Purbalingga H Tongat menandatangani nota kesepahaman pada sidang paipurna penetapan empat raperda, Kamis (18/7/2019). Satu di antara raperda ini mengatur penyertaan modal untuk BUMD dimana PDAM akan mendapat dana paling besar, Rp 77,8 miliar.ISTIMEWA

PURBALINGGA, SATELITPOST-Pemerintah akan menggelontorkan dana ratusan miliar untuk modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ada tujuh BUMD yang akan menerima penyertaan modal. Di antara tujuh BUMD itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mendapat kucuran dana paling besar, yaitu Rp 77,8 miliar.

Setelah Raperda Penyertaan Modal Pemkab Kepada BUMD ditetapkan menjadi Perda, pemkab akan mengalokasikan dana  sekitar Rp 217,4 miliar untuk tujuh BUMD. “Alokasi modal bagi Perumda Air Minum Tirta Perwira  memang yang paling besar, sekitar Rp 77,8 miliar,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, usai mengikuti acara Pelepasan Jamaah Haji Purbalingga 2019, di Pendapa Dipokusumo, Kamis siang (18/7/2019).

Tiwi mengatakan, PDAM mendapat modal paling besar karena akan membiayai program Sambungan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SRMBR) dari pemerintah pusat. Bantuan hibah SRMBR itu dari pemerintah pusat, namun ditalangi dulu oleh Pemkab Purbalingga dan dialokasikan dalam penyertaan modal. Pemeritah pusat akan menggantinya lewat rekening pemkab.

Pada pasal 7 Perda tentang Penyertaan Modal Pemkab kepada BUMD, disebutkan penyertaan modal Pemkab Purbalingga untuk PT BPR BKK Purbalingga sebesar Rp 14,7 miliar, Perumda BPR Artha Perwira Rp 21,1 miliar, Bank Jateng Rp 28,7 miliar, PT BPR BKK Jateng Rp 3,8 miliar. Untuk Perumda Owabong dialokasikan Rp 65,4 miliar, Perumda Puspahastama Rp 5,9 miliar dan yang terbesar Perumda Air Minum Tirta Perwira Rp 77,8 miliar.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Purbalingga, Subeno menagatakan, penyertaan modal itu untuk rentang waktu 2019 hingga 2024. Artinya, ratusan miliar dana APBD itu tidak dikucurkan sekaligus. Alokasi anggaran untuk penyertaan modal itu akan dilaksanakan per tahun sesuai pembahasan dengan DPRD yang dituangkan dalam KUA dan PPAS. Pengalokasian dana juga disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan proyeksi hasil kinerja dan perkembangan usaha BUMD yang bersangkutan.

Sebelumnya, Pemkab Purbalingga sudah menanamkan modal ke BUMD. Total modal pemkab itu tidak kurang dari Rp 167,6 miliar. Selain untuk tujuh BUMD, angka itu termasuk modal Pemkab Purbalingga untuk PT PRPP yang hingga Desember 2018 tercatat Rp 128 juta.

Pada penyertaan modal sebelumnya, PDAM yang akan berganti nama jadi Perumda Air Minum Tirta Perwira itu telah mendapat kucuran dana Rp 72,2 miliar. Bila rencana penyertaan modal dalam Perda tersebut terealisasi, total modal pemkab dalam perusahaan  itu mencapai Rp 150 miliar.

“Kebetulan untuk PDAM yang akan berganti nama jadi Perumda Air Minum Tirta Perwira, setiap tahun ada hibah sekitar Rp 10 miliar hingga Rp 13 miliar dari pemerintah pusat,” ujar Subeno. (amin@satelitpost.com)