SEORANG petugas kebersihan membuang sampah di TPS kompleks GOR Goentoer Darjono Purbalingga, beberapa waktu lalu.SATELITPOST/AMIN WAHYUDI

PURBALINGGA, SATELITPOST-Pemda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga berencana mempercepat pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sementara di calon lahan TPA di Desa Bedagas, Kecamatan Pengadegan.

Hal ini untuk mengatasi masalah tumpukan sampah yang kian hari kian menggunung. Sejak penutupan TPA Banjaran, Pemkab Purbalingga kelimpungan mengatasi masalah sampah yang menumpuk di sejumlah sudut kota.

Sementara itu, menanggapi keluhan warga, Kepala DLH Kabupaten Purbalingga, Sigit Subroto, melalui Kasi Pengelolaan Sampah Catur Kurniawan, mengatakan, sebelum ada pembangunan TPA sesuai yang direncanakan, DLH akan membangun tempat penampungan darurat. Ia mengatakan, meskipun berstatus sementara namun sampah yang masuk akan tetap diolah.

“Rencana akan dibuat tempat penampungan emergensi dulu, tetapi di sana tetap dilakukan pengeolahan, maka rencana ada alat yang akan dibawa ke lokasi tersebut, seperti mesin pemilah, mesih pencacah, residunya langsung ditutup,” katanya, usai melakukan pertemuan dengan warga Bedagas, Jumat (9/3) lalu.

Di sisi lain, anggaran pembangunan TPA Bedagas belum masuk pada APBD 2018. Dengan kondisi darurat seperti saat ini, DLH sangat berharap anggaran bisa masuk di APBD Perubahan tahun 2018. Sehingga masalah sampah bisa segera teratasi.

“Kami akan ajukan di anggaran perubahan, semoga saja bisa langsung acc, dan bisa mulai dilakukan pembangunan,” ujarnya.

Ia mengatakan dinas sedang mengebut penyusunan master plan dan DED TPA Bedagas. Setelah selesai, akan disusul pengajuan pada proses lelang. Pesiapan ini diharapkan bisa memperlancar sampai pada tahap pembangunan. “Saat ini kami juga sedang mengejar penyelesaian master plan dan DED,” ujarnya.

Mengenai pembangunan TPA darurat, menurut Kades Bedagas, Wasito Wastu Yono, warga ingin mendapatkan penjelasan secara detail terkait teknis pengelolaannya. Warga tak menghendaki sampah yang dibuang di Bedagas sebelum TPA dibangun memicu masalah lingkungan seperti yang dikeluhkan warga Desa Banjaran.

“Jika sementara akan dibangun TPA darurat, warga ingin mengetahui teknis pengelolaannya seperti apa, mengenai alat-alat yang akan digunakan, dan memastikan tidak menimbulkan masalah,”ujarnya. ([email protected])