PURBALINGGA, SATELITPOST – Kabupaten Purbalingga kini telah dibentuk Pengurus Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). KH Supono terpilih menjadi ketua masa Bhakti 2019 – 2024. Dibentuknya PHRI ini diharapkan bisa memberikan efek peningkatakan pada bidang wisata di kota Perwira.

Kepala Dinas Pemuda, Olah raga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Yanuar Abidin menyampaikan pembentukan BPC PHRI ini merupakan upaya peningkatan inovasi di bidang kepariwisataan. Tujuannya adalah menambah daya tarik untuk menarik wisatawan Kabupaten Purbalingga.

“Dengan terbentuknya PHRI yang berorientasi pada pembangunan dan peningkatan kepariwisataan, diharapkan organisasi ini bisa menjadi wadah pemersatu dalam memperjuangkan dalam iklim usaha yang menyangkut harkat dan martabat pengusaha yang bergerak di bidang penyediaan akomodasi pariwisata, hotel, dan jasa makanan dan minuman, restoran serta lembaga pendidikan pariwisata,” kata Yanuar, usai pengukuhan BPC PHRI Purbalingga, di OR Graha Adiguna Kompleks Pendopo Dipokusumo, Selasa (3/12).

Sedangkan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi yang hadir pada kesempatan itu, mengatakan bahwa Pemkab sedang intensif mendorong sektor pariwisata. Pasalnya, Pariwisata adalah mesih penggerak perekonomian, yang memberikan dampak ekonomi yang luas.

“Ini jadi peluang para pengusaha hotel restoran di Purbalingga untuk ke depan mengembangkan usahanya. Apalagi pertengahan 2020, bandara JB Soedirman akan segera dioperasionalkan, ini akan menjadi peluang baru, karena ketika ada bandara akan membawa perubahan besar,” katanya.

Mendukung hal itu, Pemkab juga terus menambah kualitas aksesibilitas dengan peningkatan dan perbaikan jalan untuk penunjang hadirnya wisatawan mancanegara atau domestik . “Kami meyakini dan sangat optimis. Kalau saat ini industri jasa restoran dan hotel kontribusinya terhadap PDRB di Purbalingga masih sekitar 10%, akan tetapi ke depan ada bandara dan pengembangan wisata, maka bisa meningkat lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua PHRI Purbalingga Supono mengatakan, program terdekat adalah memperbaiki  dan meningkatkan kualitas. Termasuk juga dengan peningkatan kualitas sarpras pendukung bidang pariwisata.

“Kita harus akui kalau Purbalingga ini masih ketinggalan, jadi yang paling dekat adalah memperbaiki sarpras pendukung. Sehingga bisa menarik wisatawan yang datang ke Purbalingga,” katanya.

Dia mencontohkan, minimnya lahan parker di objek wisata juga menjadi kendala. Selain itu, sarpras pendukung lainnya adalah penginapan. Sehingga, banyaknya wisatawan ke Purbalingga, belum sepenuhnya menginap dan membelanjakan uang di Purbalingga.

“Misalnya saja gini, belum ada peta wisata di Purbalingga, temasuk hotel dan rumah makan, ini hal kecil tapi sangat memberikan manfaat bagi wisatawan. Selain itu, kami juga akan melakukan pelatihan pramu wisata, sehingga nanti ada keseragaman setelah ada sertifikasinya,” katanya.

Pengukuhan dilaksanakan oleh Ketua BPD PHRI Provinsi Jawa Tengah melalui Wakil Ketua, Ilham Muhammad Saleh. Adapun pengurus BPC PHRI Kabupaten Purbalingga masa bhakti 2019 – 2024 Ketua KH Supono Mustajab, Wakil Ketua I: Drs Eko Susilo, Wakil Ketua II : Abdul Gani, Sekretaris I : Agus Dwiantoro, Sekretaris II : Kristin, Bendahara I : Kristian N S, Bendahara II, Sugeng Siswadi.

Kepala Badan Keuangan daerah (Bakeuda) Drs Subeno MSi menjelaskan saat ini perolehan pajak daerah dari sektor Hotel dan Restoran di bulan November 2019 telah melebihi target yang ditetapkan.  “Pajak restoran dari target Rp 950 juta sudah tercapai lebih dari Rp 1 miliar. Sedangkan pajak hotel  dari target Rp 54 juta sekarang sudah mencapai Rp  57 juta,” katanya.(min)