WAKA Polres Purbalingga Kompol Widodo Ponco Sesanto didampingi Kasat Narkoba Iptu I Gede Dewa Aditya, saat gelar press conference terkait narkoba di Mapolres Purbalingga, Rabu (4/12). SATELITPOST/AMIN WAHYUDI

PURBALINGGA, SATELITPOST – Sekitar enam gram narkotika jenis sabu-sabu berhasil diamankan Satres Narkoba Polres Purbalingga. Barang tersebut diambil dari empat tersangka yang berhasil diamankan. Selain pengguna, satu diantara tersangka, juga diindikasikan sebagai pengedar.

“Ada empat tersangka, mereka tidak ada hubungan. Semua pengguna, tapi satu ada indikasi sebagai penjual, karena didapat barang bukti berupa timbangan,” kata Waka Polres Purbalingga Kompol Widodo Ponco Susanto, didampingi Kasat Narkoba Iptu I Dewa Gede Ditya, saat Press conference press, di Mapolres Purbalingga, Rabu (4/12).

Empat tersangka semuanya diamankan di wilayah Purbalingga. Tetapi, beberapa merupakan warga luar Purbalingga. Mereka bernama Mukti Winahyu (19) warga Purbasari Kecamatan Karangjambu. Rendy Yanuar (31) warga Desa Kedungmalang Sumbang Banyumas,  Facthurohman Agus Pambudi (24) warga Jl Narasoma Purbalingga Wetan, dan Bambang Ramata (35) warga Pekalongan yang berdomisili di Kelampok Benajarnegara.

“Saat penangkapan semua  di wilayah Kabupaten Purbalingga, ini merupakan hasil operasi selama satu bulan. Total barang bukti sekitar 6 gram sabu,” ujarnya.

Satu dari keempat tersangka, yakni Fatchurohman, selain pemakai dia juga dicurigai sebagai pengedar juga. Pasalnya, selain sabu dan alt hisap, polisi juga menemukan barang bukti berupa timbangan, dari tempat tersangka. “Selain bong ada juga alat timbang, tapi masih kita gali dulu informasinya,” katanya.

Sementara ini, empat tersangka tersebut masing-masing diancam pasal yang sama, yaitu pasal 114 ayat (1) Subsider pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman maksimal pidana penjara seumur hidup dan paling singkat penjara 5 tahun. Denda  paling sedikit Rp 1 miliyar dan paling banyak Rp 10 Miliyar.

Kompol Ponco menambahkan, hasil penyidikan, bahwa tersangka mendapatkan barang dari berbagai wilayah. Ada yang didapat dari penjual di wilayah Cilacap, ada yang dari Pekalongan, dan ada juga yang dari Banyumas. “Jadi Purbalingga ini merupakan daerah pemasaran, kalau yang berasal dari Purbalingga sendiri itu sangat sedikit presentasenya,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, untuk keseluruhan kasus narkoba di Purbalingga, untuk barang bukti jenis sabu dan ganja sangat sedikit. Paling banyak kasus yang terjadi di Purbalingga adalah jenis obat-obatan psykotropika. “kalau untuk sabu dan ganja presentasinya sangat sedikit, sedangkan pengguna rata-rata dewasa dari kalangan buruh,” ujarnya. (min)